Gus Muhaimin: Penembakan Terhadap Jurnalis adalah “Alarm” Kebebasan Pers

admin
Gus Muhaimin

Matahationline.com – Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mendesak Polda Sumatera Utara untuk mengusut tuntas dan mengungkap motif penembakan terhadap pemimpin redaksi lassernewstoday.com, Mara Salem Harahap atau Marsal Harahap.

Menurut Gus Muhaimin, sapaan akrabnya, kasus penembakan terhadap jurnalis merupakan ‘alarm’ bagi kebebasan pers di Indonesia.

“Saya minta agar kasus ini diusut tuntas. Ini adalah preseden buruk bagi dunia pers yang kerjanya dilindungi dengan undang-undang,” kata Gus Muhaimin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (20/6/2021).

Gus Muhaimin melanjutkan, jurnalis merupakan profesi yang mulia yang harus dihormati dan sepatutnya mendapat perlindungan dalam menjalankan tugasnya. Apalagi menurutnya, Indonesia adalah negara demokratis yang menjunjung tinggi kebebasan pers.

“Saya paham betul besarnya resiko seorang jurnalis di lapangan. Namun mereka adalah ujung tombak akurasi informasi. Karena itu, saya minta polisi segera mengusut kasus yang menimpa rekan Marsal Harahap,” lanjutnya.

Bagi Gus Muhaimin, kebebasan pers adalah salah satu elemen penting dalam negara demokrasi. Namun begitu, masih ada sejumlah faktor yang membuat kebebasan pers terancam. Salah satunya berkenaan dengan kekerasan kepada para jurnalis.

“Perlu ada komitmen nyata untuk memberikan perlindungan bagi jurnalis di Indonesia. Komitmen bukan hanya dari sesama jurnalis dan pemerintahan, tapi komitmen dari seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Belajar dari kasus ini, Ketum PKB itu berpesan kepada para jurnalis agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya dan selalu memegang prinsip-prinsip dan etika yang benar sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik.

“Jangan menyebarkan berita yang tidak benar, hoaks, ataupun berita fitnah karena pemberitaan teman-teman media menyangkut pihak lain. Selalu lakukan cross check atas setiap informasi yang didapat sebelum berita ditayangkan, konfirmasi kepada nara sumber terkait. Penuhilan unsur cover both side, keberimbangan sehingga tidak ada yang merasa dirugikan atas pemberitaan teman-teman media,” tuturnya.

Gus Muhaimin juga mengimbau kepada semua pihak untuk menghargai kerja-kerja jurnalistik dan menghormati kebebasan pers di Indonesia. Jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh undang-undang. Pasal 8 UU Pers No. 40 tahun 1999.

“Jika ada pihak yang merasa tidak puas atau merasa dirugikan akibat pemberitaan, hendaknya menggunakan hak jawab,” saran Gus Muhaimin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mulai Panasi Mesin Partai, PKB Sumenep Terget 17 Kursi di Pileg 2024

matahationline.com –  DPC PKB Sumenep mulai memanasi mesin politiknya di tingkat kecamatan dan desa yang dimotori langsung  oleh Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mempertahankan kemenangan pilihan legislatif (pileg) 2019 lalu pada pileg 2024 mendatang. Karena itu, berbagai kegiatan seperti musyawarah tingkat ranting terus […]