Muhaimin Perkenalkan DAI, Dorong Industrialisasi untuk Berdayakan Masyarakat
Menko PM Muhaimin Iskandar Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB)/Foto: Dok. DPP PKB
Matahationline.com – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa mengandalkan kekayaan alam semata tidak lagi relevan sebagai strategi pembangunan Indonesia di masa depan. Menurutnya, sumber daya alam memiliki keterbatasan sehingga tidak bisa menjadi tumpuan utama kemajuan jangka panjang bangsa.
Ia menilai Indonesia perlu beralih pada model pembangunan yang bertumpu pada industrialisasi dan penguatan kapasitas ilmu pengetahuan serta teknologi. Kekayaan alam, menurutnya, bersifat terbatas dan tidak cukup menjadi fondasi kemajuan jangka panjang.
“Negara maju lahir dari industrialisasi dan hilirisasi yang ditopang ilmu pengetahuan, teknologi, serta masyarakat yang berdaya,” tutur Cak Imin sapaan akrabnya ini di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (11/2/2026).
Dalam paparannya, Cak Imin memperkenalkan konsep pembangunan yang ia sebut DAI, yakni Distinktif, Adaptif, dan Inklusif. Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini supaya Indonesia memiliki ciri khas dalam pembangunan, mampu menyesuaikan diri dengan perubahan global, serta tidak meninggalkan masyarakat dalam proses industrialisasi.
Karena itu, ia memperkenalkan pendekatan DAI: Distinktif, Adaptif, dan Inklusif. Distinktif, yakni membangun keunggulan khas nasional, bukan sekadar meniru negara lain. Selanjutnya Adaptif, yakni tanggap terhadap perubahan global, termasuk transisi energi, digitalisasi, dan disrupsi ekonomi dunia. depo 5k
Ia menekankan bahwa industrialisasi tidak boleh bersifat elitis atau hanya menguntungkan segelintir pihak. Menurutnya, masyarakat terutama yang berada di sekitar kawasan industri harus dilibatkan secara aktif agar turut merasakan manfaat pembangunan.
Oleh karena itu, inklusif adalah prasyarat utama agar pertumbuhan tidak hanya untuk segelintir pihak, melainkan menjadi jalan pemerataan kesejahteraan. “Dan Inklusif, yakni memastikan industrialisasi melibatkan masyarakat luas, terutama masyarakat sekitar kawasan industri, agar tidak hanya menerima dampak, tetapi menjadi bagian integral dari peningkatan kualitas hidup dan kemajuan ekonomi,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ia menekankan bahwa industrialisasi seharusnya menjadi sarana pemberdayaan rakyat, bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi. Ia optimistis, jika masyarakat terlibat dan berdaya, maka visi Indonesia maju dapat terwujud nyata.
“Industri harus menjadi alat pemberdayaan masyarakat. Jika rakyat terlibat dan berdaya, maka Indonesia naik kelas bukan sekadar slogan, tetapi kenyataan,” pungkasnya.

Nasim Khan Dorong Negara Perkuat Perlindungan Warung Madura
PKB Siapkan Layanan Gratis Jelang Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang
Dirut BEI Mundur Usai Gejolak IHSG, DPR RI Nilai Bentuk Tanggung Jawab
PKB Soroti RPJMD Probolinggo 2025–2029: Apresiasi Kesiapan, Tegaskan Pentingnya Implementasi Nyata
Kemenko PM Dorong Percepatan Renovasi Pesantren, Tekankan Aspek Keamanan dan Kelayakan
Lonjakan PHK Capai 42 Ribu, Arzeti: Jangan Biarkan Pengangguran Terus Meningkat
Muhaimin Perkenalkan DAI, Dorong Industrialisasi untuk Berdayakan Masyarakat
Dukungan Politik PKB untuk Peran Indonesia di Board of Peace