Selain Ekonomi dan Sosial, Gus Muhaimin Sebut Kebudayaan Sebagai Lokomotif Pembangunan

admin
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin)

Matahationline.com – Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) menyebutkan bahwa selain ekonomi dan sosial, kebudayaan adalah salah satu lokomotif pembangunan. Tidak heran, masyarakat Sumatera Selatan dapat menjaga persatuan dan kesatuan dengan kokoh karena dibangun dengan kebhinekaan yang kuat.

“Sumatera Selatan memang dahsyat dalam menjaga persatuan dan kesatuan, dimana kebhinekaan sangat nyata, dari berbagai suku, agama dan golongan yang bermacam-macam tapi memang sangat kokoh,” kata Gus Muhaimin sapaan akrabnya saat melakukan dialog dan silaturahim secara virtual dengan tokoh adat, budayawan, agama, serta masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (26/7/21).

Dalam acara yang dikemas dengan tema ‘Gus Muhaimin Mendengar’ itu, Ia setuju dengan gagasan yang menyatakan budaya sebagai lokomotif yang tidak terpisahkan dengan pembangunan ekonomi, sosial dan pembangunan lainnya.

“Saya setuju sekali dengan gagasan untuk meletakkan budaya sebagai lokomotif atau mainstream pembangunan yang tidak terpisahkan dengan ekonomi, sosial dan pembangunan lainnya,” kata Gus Muhaimin.

Salah satu tokoh masyarakat Sumsel yang juga Ketua Asosiasi Raja-Sultan, Sultan Iskandar Mahmud Badarudin menyampaikan aspirasinya dalam acara tersebut. Ia meminta Gus Muhaimin agar terus memperjuangkan RUU Masyarakat Adat.

“Eksistensi Desa/Dusun serta masyarakat adat harus diakui dan diberikan keberlangsungan kehidupan oleh negara sesuai konstitusi,” katanya.

Lalu, Budayawan Sumsel, Vebri al Lintani menyampaikan pembangunan ekonomi dan sosial-budaya harus beriringan. Menurutnya, di Sumsel kekuatan budaya termasuk kerajaan budaya  menjadi akar utama pembangunan di masyarakat.

“Mestinya seiring berjalan pembanguman ekonomi dan sosial-budaya. Khususnya di Sumsel kekuatan budaya (Kerajaan) menjadi akar utama pembangunan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh agama yang juga Ketua RMI NU Sumsel, KH. M. Syarif Chumas Asyawali yang menyampaikan bahwa Perda Pesantren perlu dukungan penuh dari pemerintah pusat. Di Sumsel, katanya, lebih dari 400 pesantren yang butuh sentuhan pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia.

“Perlu dorongan Perda Pesantren untuk Sumsel dari pemerintah pusat, agar ada efek positif bagi Pesantren di Sumsel,” ungkapnya.

Menanggapi soal pesantren, Gus Muhaimin menyampaikan, Pemerintah Pusat atau Presiden Jokowi telah memberikan perhatian kepada Pondok Persantren. Ia telah menandatangani UU Pesantren tersebut. Tinggal daerah untuk menindaklanjutinya.

“Pak Jokowi sudah memulai soal pesantren, yang lain tinggal menindaklanjuti. Kita apresiasi  Presiden Jokowi yang telah berkomitmen dalam mendukung pesantren. Kita akan dorong terus,” ungkapnya.

“Saat pandemi ini, pesantren masih konsisten dan bertahan. Pesantren tetap melakukan tatap muka dan berlangsung normal,” katanya.

Acara Roadshow Politik Kesejahteraan Gus Muhaimin Mendengar ini juga diapresiasi oleh salah satu pengamat politik Bagindo Togar, “Aktivitas dan strategi Politik Kesejahteraan Gus Muhaimin dengan Roadshow Politik Kesejahteraan cukup bagus, serap langsung apa yang menjadi keluh kesah masyarakat, meski digelar secara daring” katanya. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kunjungi Padang Pariaman, Gus Halim Paparkan Konsep Pemulihan Ekonomi Level Desa

Matahationline.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar didampingi istri, Umi Lilik Nasriyah mengunjungi Nagari Toboh Gadang Timur, Kabupaten Padang Pariaman pada Jumat (27/8/21) dalam rangka untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi nasional di level desa. Pria yang akrab disapa Gus Halim ini kemudian menjelaskan […]