Gus Menteri: Pegawai yang Ada di Kemdes PDTT Harus Paham Isu-isu Strategis

admin
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar saat membuka Rapat Koordinasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di BBLM

Matahationline.com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengingatkan jajaran pegawai yang ada di Kemendes PDTT harus memahami isu-isu strategis yang ada di Kementerian.

Hal itu disampaikan oleh menteri yang akrab disapa Gus Menteri saat membuka acara Rapat Koordinasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Pemberdayaan masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di BBLM Yogyakarta, Rabu (16/6/21).

“Jangan sampai pegawai di Kemdes PDTT ketika ditanya dana desa terus jawabannya tidak tahu karena bukan di Direktorat Pembangunan Desa dan Perdesaan. Ini tidak boleh. Seluruh keluarga besar Kemdes PDTT harus paham apa yang di kerjakan di Kementerian, isu-isu strategis apa di Kemdes PDTT,” kata Gus Menteri.

Gus Menteri optimis, kepala BPSDM baru Luthfiyah Nurlaila bisa mengatasi beberapa persoalan yang ada dilingkungannya. Khsususnya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

“Saya yakin tidak perlu waktu lama untuk belajar, dan kemudian melakukan pemetaan dan perombakan-perombakan mendasar dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia,” jelasnya.

 BPSDM dinilai memiliki peran penting dalam membangun paradigma baru. Hal tersebut disebabkan BPSDM menggarap dua sektor, internal dan eksternal.

Gus Menteri menambahkan, sektor internal terbagi menjadi dua yakni aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN. Non ASN juga terbagi menjadi dua yakni yang bekerja dalam administrasi kantor dan di lapangan yang kemudian disebut dengan tenaga pendamping profesional.

“Sejak tahun 2015 adanya perekrutan pendamping desa, sampai saya jadi Menteri, itu hampir enggak pernah disentuh sama sekali,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas pendamping desa, sehingga kemudian menjadi pendamping yang berkompeten dan profesional.

“Saya tidak ingin pendamping desa memiliki sertifikat kompetensi tapi tidak kompeten,” tuturnya. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

FPKB Support Pembangunan RSNU, Rela Potong Gaji Setiap Bulan Sampai Akhir Jabatan

Matahationline.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kabupaten Pasuruan Jawa Timur siap potong gaji sampai akhir jabatan untuk support pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Pasuruan. Komitmen itu disampaikan Jajaran DPC PKB Kabupaten Pasuruan beserta Anggota FPKB saat sowan audiensi ke PC NU Kabupaten Pasuruan di Aula KH. […]