Masyarakat Papua Curhat Soal Pendidikan, Infrastruktur dan Kesehatan Kepada Gus Muhaimin

admin
Gus Muhaimin
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin)

Matahationline.com – Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar terus menyerap aspirasi masyarakat di berbagai penjuru daerah di Indonesia. Kali ini pria yang akrab disapa Gus Muhaimin ini serap aspirasi dengan masyarakat Papua melalui kegiatan bertajuk Roadshow Politik Kesejahteraan “Gus Muhaimin Mendengar”.

Dalam kesempatan itu, Gus Muhaimin memberikan kesempatan kepada para tokoh dan berbagai elemen masyarakat Papua untuk menyampaikan aspirasi mereka. Salah satu tokoh Papua, Apolos Safanpo (Rektor Universitas Cendrawasih) menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah diusung PKB.

Oleh karena itu, dirinya akan selalu berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Papua. Tokoh dan masyarakat Papua juga menyampaikan terima kasih karena PKB telah memperjuangkan UU Otonomi Khusus (Otsus).

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura, Giri wijayantoro, menyampaikan bahwa saat ini di wilayahnya masih terkendala infrastruktur dasar pembangunan. Tidak hanya itu, masalah pendidikan juga butuh perhatian pemerintah.

”Pendidikan, kesehatan dan pertanian masih sangat terkendala. Pembangunan infrastruktur jalan dari ibu kota kabupaten ke ibu kota kecamatan belum terakses. Dari distrik ke kampung-kampung juga belum terakses. Banyak anak disekolahkan di kota karena tidak ada layanan pembangunan pendidikan di kampung,” katanya.

Gus Muhaimin mengaku siap memperjuangkannya di DPR bagi kesejahteraan Papua. ”Secara bersama-sama, seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan di DPR. Saya akan terus berjuang bagi kesejahteraan Papua. Hati saya selalu bersama-sama masyarakat Papua,” tuturnya.

Gus Muhaimin mengatakan, harapan baru untuk Papua saat ini lebih baik dan semakin nyata dengan adanya Undang-Undang Otsus Nomor 2 tahun 2021, perubahan kedua dari UU sebelumnya Nomor 21 Tahun 2001. Beberapa capaian luar biasa dari perjuangan UU Otsus yang baru ini, di antaranya pertama, Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional untuk Papua yang dulu hanya dua persen, kini meningkat menjadi 2,25 persen.

Kedua, anggota DPRD jalur pengangkatan yang dulu hanya berlaku di DPRD Provinsi, kini telah mengakomodir jalur pengangkatan anggota DPRD di kabupaten/kota se-Papua Barat, sesuai mekanisme dan peraturan yang akan disusun kemudian.

”Terobosan kebijakan ini merupakan solusi terbaik, kebijakan yang kompromistis, dari ditiadakannya partai politik lokal. Dengan kebijakan ini, diharapkan putra-putri terbaik Papua dapat memberikan kontribusi terbaik untuk pembangunan Papua sekaligus untuk Indonesia tercinta,” kata Gus Muhaimin.

Ketiga, UU Otsus dulu hanya melahirkan 1 Peraturan Pemerintah, yakni adanya lembaga kultur orang asli Papua Majelis Rakyat Papua. Kini, akan ada tujuh buah produk Peraturan Pemerintah yang saat ini masih dalam bentuk rancangan.

Disisi lain, dalam beberapa tahun terakhir, provinsi yang ada di bumi cendrawasih ini selalu dinobatkan sebagai provinsi dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia. Hal ini sangat membanggakan dan layak kita terus pertahankan. Toleransi antar sesama anak-anak bangsa merupakan modal sosial yang sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan.

”Meneladani spirit perjuangan Gus Dur. Gus Dur adalah tokoh yang mampu mendengar rakyat Papua. Keteladanan beliau sudah banyak kita baca, kita dengar, dan akan kita wariskan kepada bangsa Indonesia,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gandeng Pertamina dan Pemda, Kemendes Siap Gelar Gernas BBI Kaltim

Matahationline.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) siap menggelar acara Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Kalimantan Timur (Kaltim). Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim, serta PT Pertamina (Persero). Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyampaikan kegiatan yang […]