Pengamat Sebut Posisi Ketum PBNU Bisa Jadi Bargaining Politik Gus Muhaimin di Pilpres 2024
Ketua Umun PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin)
Matahationline.com – Pengamat Politik Adi Prayitno menilai, posisi Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama NU (PBNU) berpeluang manjadi bargaining politik bagi Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) untuk maju Pilpres 2024 mendatang.
Adi mengatakan, Ketua Umum DPP PKB itu saat ini sudah memiliki segalanya dari sisi politik. Mulai pernah menjadi Menteri, Waki Ketua MPR hingga saat ini menjadi wakil Ketua DPR RI.
“Yang belum dimiliki Cak Imin adalah posisi ketua umum PBNU. Sepertinya, ini adalah era di mana Cak Imin juga sangat tertarik untuk menjadi ketum PBNU,” ucap Adi dilansir dari JPNN.com, Kamis (30/9/21)
Analisis tersebut disampaikan direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia itu menyusul beredarnya flyer berisikan delapan tokoh dengan tulisan ‘Sekarang Waktunya yang muda jadi Ketum PBNU’ menjelang Muktamar NU di Lampung, 23-25 Desember 2021. Sosok Gus Muhaimin Iskandar berada di posisi paling depan pada pamflet tersebut.
“Satu posisi yang saya kira cukup prestisius di NU, karena posisi puncak. Dan bahkan, ini bisa menjadi bargaining yang cukup penting, ya. Posisinya sebagai ketua umum PBNU nanti, alat bargaining di Pilpres 2024,” tutur Adi.
Menurut adi, mengaca pada perjalan Pemilu 2004 hingga 2019, posisi Ketum PBNU maupun rekomendasi NU jauh lebih berpengaruh dari pada posisi ketum PKB saat ini yang dikomandoi oleh Gus Muhaimin.
Ia mencontohkan pada Pemulu 2019, ketika KH Ma’ruf Amin dipilih sebagai wapres, itu bukan persoalan lain tetapi karena dianggap mewakili wajah NU. [*]

Gelar Akpolbang, Cak Imin Minta Kader PKB Ubah Arah Berfikir yang Adaptif
PKB Matangkan Kepemimpinan Daerah lewat Akademi Politik Kebangsaan
PKB Respons Usulan PAN Hapus Parliamentary Threshold Pemilu 2029
Hadiri Konferensi Pendidikan Pesantren, Gus Imin Dorong Penguatan Bangunan di Pondok
Jazilul Fawaid Nilai Projo Panik Soal Isu Jarak Prabowo dan Jokowi
Gus Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Tangani Musala Roboh di Al-Khoziny
Akses Sulit Jadi Alasan Relokasi Puskesmas Bareng, DPRD Kota Malang Janjikan Pengawasan Ketat
FPKB DPRD Kota Bekasi Usulkan Insentif Guru Ngaji Lekar Rp500 Ribu per Bulan