Cak Nur Optimistis Hadapi Efisiensi Anggaran di Kota Batu
Matahationline.com – Wali Kota Batu terpilih, Nurochman atau yang akrab disapa Cak Nur, yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menanggapi kebijakan efisiensi anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat dengan penuh optimisme. Meski kebijakan ini berpotensi berdampak pada sektor ekonomi Kota Batu, terutama pariwisata, ia menegaskan akan mencari solusi agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan dengan baik.
Efisiensi anggaran ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Salah satu dampak yang dirasakan adalah berkurangnya anggaran perjalanan dinas, rapat, dan seminar, yang selama ini banyak dilakukan di hotel-hotel Kota Batu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi sektor pariwisata dan dunia usaha di kota yang mengandalkan industri wisata sebagai tulang punggung ekonomi.
Meski demikian, Cak Nur tetap optimistis dan menegaskan akan mencari cara untuk menjaga stabilitas ekonomi. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah memanfaatkan sumber pendanaan di luar APBD. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki forum CSR yang akan membantu membiayai beberapa program strategis, termasuk program 1000 sarjana.
“Kami sudah punya forum CSR, di mana sebagian dana dari perusahaan bisa membantu membackup program-program strategis kami, termasuk 1000 sarjana,” ujar Cak Nur pada (09/02/2024).
Terkait pengurangan kegiatan perjalanan dinas dan studi banding, ia menganggap hal tersebut sebagai konsekuensi dari kebijakan efisiensi. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utama adalah memastikan anggaran yang ada dapat lebih optimal digunakan untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Lebih lanjut, Cak Nur juga menyoroti potensi dampak multiplier effect dari kebijakan efisiensi ini terhadap dunia usaha, khususnya yang memiliki banyak karyawan. Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya kajian lebih lanjut agar kebijakan ini tidak berimbas negatif pada tenaga kerja di Kota Batu.
“Kami akan melakukan review terlebih dahulu untuk melihat dampaknya di daerah. Jangan sampai kebijakan ini berimbas buruk pada pekerja,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah strategis yang dirancang, Cak Nur optimistis Kota Batu tetap bisa menjaga pertumbuhan ekonominya di tengah kebijakan efisiensi anggaran ini.

FPKB DPRD Kota Bekasi Usulkan Insentif Guru Ngaji Lekar Rp500 Ribu per Bulan
Wabup Malang Nilai Musma se-Jatim Jadi Wadah Strategis Pembentukan Pemimpin Muda
Angka Perkawinan Anak di Jatim Menurun, DPRD Soroti Risiko KDRT dan Nikah Siri
PKB Soroti RPJMD Probolinggo 2025–2029: Apresiasi Kesiapan, Tegaskan Pentingnya Implementasi Nyata
Ajang Legislatif Jatim Awards 2025, PKB Dinobatkan sebagai Pejuang Keadilan Sosial
Akses Kesehatan Pulau Gili Diperkuat, PKB Resmikan Ambulan Laut
Akses Sulit Jadi Alasan Relokasi Puskesmas Bareng, DPRD Kota Malang Janjikan Pengawasan Ketat
Gelar Akpolbang, Cak Imin Minta Kader PKB Ubah Arah Berfikir yang Adaptif
PKB Matangkan Kepemimpinan Daerah lewat Akademi Politik Kebangsaan