Survei Kompas Semakin Memotivasi Kader PKB

admin

JAKARTA, Matahatinline.com –  hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan mengalami kenaikan sebesar 5 persen, Ketua Umum (Ketum) Perempuan Bangsa, Siti Mukaromah atau Erma menegaskan, survei tersebut semakin memotivasi kader-kader PKB untuk terus bekerja keras meningkatkan perolehan suara. PKB mentargetkan kenaikan perolehan kursi seratus persen, sehingga kenaikan elektabilitas ini tidak mempengaruhi sikap kader-kader partai.

“Kami masih terus bekerja keras untuk mencapai target tersebut,” tuturnya, kemarin.

Survei Litbang Kompas dilakukan pada periode 27 Desember 2020 – 9 Januari 2021 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error 2,83 persen.

Dalam survei ini, elektabilitas PKB naik 5 persen dari tahun 2020 4,7 persen menjadi 5,5 persen. Survei Litbang Kompas ini dirilis Harian Kompas edisi 22 Februari 2021.

Erma berkata, Perempuan Bangsa sebagai sayap organisasi perempuan PKB, telah menginstruksikan kepada organisasi pada tingkat wilayah, cabang dan ranting agar target kenaikan 100 persen perolehan suara tersebut, 30 persen diantaranya diisi oleh perempuan.

“Kami diinternal mulai berproses, dengan pencalegan dini terutama kader-kader perempuan sehingga tersaring kader-kader perempuan yang berkualitas, bukan hanya untuk memenuhi kuantitas kuota tiga puluh persen,” katanya.

Erma yang juga Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menuturkan, selain pencalegan dini, ia juga melakukan konsolidasi organisasi dengan membentuk kepengurusan yang menunjang dalam mencapai target-target 2024 khususnya kenaikan suara dan kenaikan kursi 100 persen.

Sebagai partai kader yang mengakar kuat dimasyarakat, PKB merawat basis grassroot yang sudah ada, dan memperluas dukungan dengan masuk pada komunitas-komunitas, generasi milenial, dan sebagainya.

Sesuai arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI bahwa organisasi sayap PKB juga harus membangun solidaritas dan soliditas dalam situasi pandemi serta resesi global yang sangat berdampak pada bertambahnya angka kemiskinan dan pengangguran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kerinduan Warga NTT Terhadap Jokowi Jadi Alasan Terabaikannya Social Distancing

JAKARTA, Matahationline.com– Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi alasan terabaikannya social distancing. “Itu peristiwa spontan dan wajar, memang rasa rindu sulit dikoordinir. Kami dapat memahami kerinduan warga NTT kepada Pak Jokowi dan begitu juga Pak Jokowi,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) […]