PKB: Reshuffle Kabinet Prabowo Jadi Teguran bagi Para Menteri
Matahationline.com – Ketua Fraksi PKB Jazilul Fawaid menanggapi reshuffle kabinet pertama yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam kurang dari 200 hari masa kerjanya.
Menurut Jazilul, langkah ini menjadi peringatan bagi para menteri bahwa Prabowo tidak akan ragu mengganti pejabat yang dinilai kurang optimal.
“Yang jelas Pak Prabowo tidak akan segan-segan melakukan penertiban seperti yang disampaikan setiap kali ya. Jadi kemarin ini saya pikir satu bukti saja. Salah satu bukti, meskipun belum genap 200 hari sudah terjadi reshuffle,” ujar Jazilul, Kamis (20/2/2025).
Salah satu menteri yang terkena reshuffle adalah Satryo Brodjonegoro, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Riset, dan Inovasi Teknologi (Mendiktisaintek). Posisinya kini digantikan oleh Brian Yuliarto, yang dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
Jazilul juga menekankan bahwa Presiden Prabowo memiliki hak prerogatif untuk mengganti siapa pun di kabinetnya, baik dari kalangan profesional maupun partai politik.
“Itu hak prerogatif Pak Prabowo. Siapapun bisa digeser, baik menteri dari partai maupun profesional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jazilul mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi kinerja pemerintah. Jika ada kementerian atau pejabat yang dinilai kurang baik, masyarakat bisa menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo.
“Kalau ada yang kinerjanya kurang baik, sampaikan saja kepada Pak Prabowo. Beliau tidak akan ragu mengganti dengan yang lebih baik,” pungkasnya.

Gelar Akpolbang, Cak Imin Minta Kader PKB Ubah Arah Berfikir yang Adaptif
PKB Matangkan Kepemimpinan Daerah lewat Akademi Politik Kebangsaan
PKB Respons Usulan PAN Hapus Parliamentary Threshold Pemilu 2029
Dirut BEI Mundur Usai Gejolak IHSG, DPR RI Nilai Bentuk Tanggung Jawab
PKB Soroti RPJMD Probolinggo 2025–2029: Apresiasi Kesiapan, Tegaskan Pentingnya Implementasi Nyata
Kemenko PM Dorong Percepatan Renovasi Pesantren, Tekankan Aspek Keamanan dan Kelayakan
Akses Sulit Jadi Alasan Relokasi Puskesmas Bareng, DPRD Kota Malang Janjikan Pengawasan Ketat
FPKB DPRD Kota Bekasi Usulkan Insentif Guru Ngaji Lekar Rp500 Ribu per Bulan