Penuh Khidmat, Gus Imin Hadiri 40 Hari Wafat Nyai Durroh Nafisah Ali
Gus Muhaimin Iskandar menghadiri 40 hari wafatnya Nyai Durroh Nafisah Ali bersama KH. Said Aqil Siroj, KH. Jirjis Ali Maksum, KHR. Abdul Hamid Abdul Qodir, Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto di Krapyak Yogyakarta/Foto: DPP PKB
Matahationline.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), H. Abdul Muhaimin Iskandar menghadiri peringatan 40 hari wafatnya almarhumah Nyai Durroh Nafisah Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum putri di Krapyak Yogyakarta pada Kamis malam (7/8/2025).
Dalam suasana yang penuh khidmat, Gus Imin menyampaikan rasa duka dan penghormatan mendalam atas wafatnya Nyai Durroh yang dikenal sebagai sosok ibu, panutan, dan pendidik sejati bagi para santri dan umat.
“Alhamdulillah saya bisa sowan dan hadir di malam 40 hari almarhumah Nyai Durroh. Saya intinya mohon maaf kepada Nyai Hindun dan keluarga karena baru bisa takziyah sekarang, sehingga tidak bisa mengantarkan almarhumah ke peristirahatan terakhir waktu itu,” ujar Gus Imin.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat itu menegaskan bahwa kepergian Nyai Durroh merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga besar pesantren, tetapi juga bagi umat Islam secara umum yang selama ini merasakan manfaat dari doa, bimbingan, dan inspirasi beliau.
“Tentu saya sangat kehilangan seorang panutan, seorang ibu yang doanya, bimbingannya, inspirasinya senantiasa kita semua dan para santri harapkan,” tambahnya.
Gus Imin juga menyampaikan harapannya agar keluarga, khususnya Nyai Hindun dan seluruh dzurriyah, diberi kekuatan untuk meneruskan perjuangan dan ajaran para kiai dan nyai yang telah menjadi panutan lintas generasi.
“Semoga Bu Nyai Hindun dan keluarga bisa meneruskan dengan kuat, bisa meneruskan perjuangan pendidikan ajaran beliau, para kiai, para aulia yang telah terbukti menjadi panutan berabad-abad, bergenerasi-generasi hingga hari ini,” ujar Gus Imin
Ia menutup pernyataannya dengan doa agar seluruh hadirin yang datang juga diberi kekuatan dan keistiqamahan dalam menjaga serta melestarikan warisan luhur dari para ulama.
“Semoga kita semua yang hadir juga diberi kekuatan dan mampu melestarikan warisan dan ajaran poro kiai, poro nyai,” pungkasnya.
Acara tersebut selain dihadiri para dzurriyah dan santri, hadir pula sejumlah kiai, nyai dan tokoh masyarakat. Nampak KH. Said Aqil Siroj, KH. Jirjis Ali Maksum, KHR. Abdul Hamid Abdul Qodir, Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto, serta ribuan masyarakat dari berbagai daerah datang untuk mendoakan almarhumah Nyai Durroh Nafisah Ali.

Hadiri Konferensi Pendidikan Pesantren, Gus Imin Dorong Penguatan Bangunan di Pondok
Gus Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Tangani Musala Roboh di Al-Khoziny
Berkelakar di Hari Tani, Cak Imin Sebut Anak Buah Prabowo Harus Rajin Selawat
Tolak Pemindahan ke Indonesia, PKB Fokus Dukung Palestina Merdeka
Kiai Thoifur Mawardi Wafat, Gus Muhaimin Sampaikan Duka Mendalam
Cak Syafak Ajak Polri Perkuat Integritas dan Reformasi Hukum di Hari Bhayangkara
PKB Soroti RPJMD Probolinggo 2025–2029: Apresiasi Kesiapan, Tegaskan Pentingnya Implementasi Nyata
Gus Imin Usulkan Pembentukan Badan Vokasi Nasional untuk Jawab Tantangan Kerja Global
Kemenko PM Dorong Percepatan Renovasi Pesantren, Tekankan Aspek Keamanan dan Kelayakan