Menko PM Tekankan Penguatan IP untuk Dorong Ekonomi Kreatif Go Global
Menko PM Muhaimin Iskandar/Foto: Dok. DPP PKB
Liputanjatim.com – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan perlunya intervensi strategis yang lebih kuat untuk mendorong industri ekonomi kreatif Indonesia agar mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional hingga global.
Penegasan tersebut disampaikan Menko PM usai menggelar pertemuan dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (29/01/2026).
Menurut Muhaimin, penguatan daya saing menjadi kunci utama agar pelaku ekonomi kreatif mampu naik kelas. Ia menilai intervensi pemerintah harus diarahkan secara konsisten pada sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk berkembang lebih luas.
“Tentu intervensi yang terbanyak adalah untuk terus mendorong ekonomi kreatif yang berdaya itu bisa bersaing dan tumbuh menjadi kelas nasional maupun global,” ucap Menko Muhaimin.
Dalam pertemuan tersebut, Menko PM juga menyoroti keterbatasan anggaran yang selama ini menjadi tantangan dalam mengoptimalkan peran Kementerian Ekonomi Kreatif. Untuk itu, pihaknya berkomitmen mendorong dukungan Presiden dan Menteri Keuangan agar alokasi anggaran ekonomi kreatif ke depan dapat diperluas.
Penguatan anggaran tersebut, kata dia, tidak hanya menyangkut jumlah, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta intervensi yang lebih masif, terutama dalam pengembangan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) sebagai fondasi utama daya saing industri kreatif.
Selain aspek ekonomi, Muhaimin juga menekankan peran strategis ekonomi kreatif dalam proses pemulihan dan pemberdayaan masyarakat pascabencana. Ia menilai sektor ini dapat menjadi instrumen penting untuk memulihkan kemandirian ekonomi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Sumatra seperti Aceh.
“Masa tanggap darurat itu kita akan tumbuhkan kembali ekonomi kreatif,” kata Menko PM.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut positif kunjungan Menko PM dan menyampaikan bahwa kinerja sektor ekonomi kreatif telah melampaui target yang ditetapkan Presiden dalam RPJMN 2025.
“Artinya apa? Tadi Pak Menko menyampaikan bahwa ini bisa dilihat bahwa faktanya, buktinya memang Ekonomi Kreatif Indonesia telah, bukan akan lagi, tapi telah menjadi mesin baru ekonomi nasional,” ungkap Menteri Ekraf.
Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif saat ini difokuskan pada tujuh subsektor prioritas, yakni fashion, kuliner, kriya, film termasuk animasi, musik, serta gim dan aplikasi, tanpa mengesampingkan subsektor potensial lainnya.
Menurut Teuku Riefky, kekuatan ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan budaya lokal yang jika dipadukan dengan inovasi dan teknologi digital mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global.
“Lokal-lokal hero itu naik kelas ke tingkat nasional, nasional champion untuk global, begitu tadi arahan beliau. Jadi kami melihat, kami siap terus berkoordinasi untuk mendorong industri kreatif Indonesia tidak hanya semakin berkualitas, tapi juga global,” pungkasnya.

Akses Sulit Jadi Alasan Relokasi Puskesmas Bareng, DPRD Kota Malang Janjikan Pengawasan Ketat
DPRD Bondowoso Soroti Distribusi Elpiji 3 Kg yang Tak Tertib
KH Imam Hasyim Soroti Pentingnya UHC, Sumenep Raih Penghargaan Madya UHC Awards 2026
DPRD Desak Evaluasi Menyeluruh Bangunan Sekolah Usai Plafon SMPN 60 Surabaya Ambruk
Komisi IX DPR RI Dorong Pemerataan Dokter Lewat 10 Kampus Baru
PKB Soroti RPJMD Probolinggo 2025–2029: Apresiasi Kesiapan, Tegaskan Pentingnya Implementasi Nyata
FPKB DPRD Kota Bekasi Usulkan Insentif Guru Ngaji Lekar Rp500 Ribu per Bulan
Gelar Akpolbang, Cak Imin Minta Kader PKB Ubah Arah Berfikir yang Adaptif
PKB Matangkan Kepemimpinan Daerah lewat Akademi Politik Kebangsaan