Gus Rivqy Khawatir Akuisisi TikTok-Tokopedia Ancam UMKM, Minta Pemerintah Perbarui Regulasi
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim
Matahationline.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim,mengungkapkan kekhawatirannya tentang dampak penggabungan TikTok dan Tokopedia terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menilai, setelah TikTok mengakuisisi sebagian besar saham Tokopedia, UMKM akan semakin kesulitan bersaing dengan perusahaan besar.
Menurut Gus Rivqy sapaan akrabnya, dengan penggabungan TikTok dan Tokopedia, algoritma yang digunakan platform tersebut bisa lebih menguntungkan produsen besar yang menawarkan harga murah. Ini bisa membuat UMKM yang menjual produk dengan skala kecil semakin sulit bersaing.
“Saya khawatir akuisisi tersebut dapat menancapkan lebih dalam algoritma transaksi pada platform yang dominan mengarah kepada produsen atau pengusaha yang menjual produknya dalam skala besar dengan harga murah,” ujar Gus Rivqy, Kamis (19/6/2025).
“Jika itu terjadi, maka UMKM yang menjual produk lokal dengan skala terbatas akan semakin terancam daya saingnya. Akhirnya, mereka akan mati atau gulung tikar,” tambahnya.
Sebagai anggota komisi yang membidangi Perdagangan dan Pengawasan Persaingan Usaha, Gus Rivqy meminta agar pemerintah segera memperbarui regulasi perdagangan digital agar lebih adil bagi semua pelaku usaha.
Ia juga meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, KPPU, BPKN, Polri, dan institusi lainnya untuk segera membuat aturan yang lebih berpihak pada penjual dan pembeli.
“Semua mesti duduk bersama untuk memperbarui aturan yang memastikan ekosistem ekonomi digital berlangsung adil, transparan dan setara untuk semua pihak, mulai dari produsen, distributor hingga konsumen,” ujar politisi PKB tersebut.
Selain itu, Gus Rivqy meminta KPPU untuk memeriksa laporan dari TikTok Shop dengan lebih teliti, untuk memastikan tidak ada praktik monopoli atau penyalahgunaan pasar.
“Pastikan laporan tersebut adalah data faktual yang di dalamnya tidak ada praktik tying, bundling dan memonopoli ekosistem pasar digital baik secara implisit maupun eksplisit,” tegas Gus Rivqy.
Ia juga mengkritik banyaknya keluhan dari penjual di Tokopedia setelah penggabungan dengan TikTok Shop. Penjual mengaku aturan baru yang diterapkan malah membuat transaksi menjadi lebih rumit dan mengurangi omset mereka.
TikTok sendiri membantah tuduhan ini dan mengatakan bahwa akuisisi bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bagi penjual dan konsumen. Namun, Gus Rivqy tetap meminta masalah ini segera diselesaikan agar tidak merugikan UMKM.
“Persoalan ini harus segera diselesaikan, kasihan penjual-penjual di Tokopedia harus jadi korban. Bukan menambah pembeli, malah tokonya sepi karena sistem baru yang rumit, dan harus mengikuti aturan Tiktok Shop saja, harusnya keduanya sepakat,” ungkap Gus Rivqy.
Terakhir, Gus Rivqy mengingatkan bahwa penggabungan ini berpotensi menimbulkan monopoli di pasar. Ia meminta agar pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan persaingan tetap sehat.
“Seperti yang disampaikan KPPU, mulai dari larangan pengikatan layanan, kewajiban promosi terbuka bagi platform lain, serta perlindungan UMKM dari praktik usaha yang tidak adil,” pungkasnya.

Akses Sulit Jadi Alasan Relokasi Puskesmas Bareng, DPRD Kota Malang Janjikan Pengawasan Ketat
Dirut BEI Mundur Usai Gejolak IHSG, DPR RI Nilai Bentuk Tanggung Jawab
DPRD Bondowoso Soroti Distribusi Elpiji 3 Kg yang Tak Tertib
Menko PM Tekankan Penguatan IP untuk Dorong Ekonomi Kreatif Go Global
KH Imam Hasyim Soroti Pentingnya UHC, Sumenep Raih Penghargaan Madya UHC Awards 2026
DPRD Desak Evaluasi Menyeluruh Bangunan Sekolah Usai Plafon SMPN 60 Surabaya Ambruk
FPKB DPRD Kota Bekasi Usulkan Insentif Guru Ngaji Lekar Rp500 Ribu per Bulan
Gelar Akpolbang, Cak Imin Minta Kader PKB Ubah Arah Berfikir yang Adaptif
PKB Matangkan Kepemimpinan Daerah lewat Akademi Politik Kebangsaan