WikiLeaks Tuding CIA Lakukan Penyadatapan Ponsel, TV dan Komputer Warga Dunia

By fandra 08 Mar 2017, 11:38:09 WIBTeknologi

WikiLeaks Tuding CIA Lakukan Penyadatapan Ponsel, TV dan Komputer Warga Dunia

Keterangan Gambar : ilustrasi


Jakarta, matahationline.com – Dunia telokomunikasi kembali digemparkan dengan adanya informasi bahwa CIA, badan intelijen AS melakukan penyadapan terhadap polsel, TV pintar dan komputer milik warga dunia. Tudingan tersebut diutarakan oleh situs whistleblower WikiLeaks.

Rabu, 8 Maret 2017, The Washington Post melansir bahwa, WikiLeaks memposting dokumen berkode Vault 7 yang menyebutkan virus ini dapat digunakan untuk merekam gambar, suara percakapan pribadi pengguna barang elektronik, seperti ponsel, komputer dan TV pintar meski telah dalam kondisi terlindungi oleh enskripsi.

 

Alat yang disebut “Weeping Angel”, WikiLeaks menulis bahwa pengguna televisi pintar merek Samsung akan mengira televisinya padam dengan mode “Fake-Off”. “Padahal ketika mereka mengira televisi padam, alat Weeping Angel tengah merekam pembicaraan di dalam ruangan.”

WikiLeaks mengatakan, Unit khusus CIA yang bernama Cabang Peralatan Mobile memproduksi virus untuk mencuri informasi dari telepon buatan Apple, iPhones, serta Android buatan Google. Selain itu, WikiLeaks juga melaporkan bahwa CIA tengah berupaya untuk menyadap sistem kendaraan dan truk. Langkah tersebut menurut WikiLeaks bakal berbahaya karena memungkinkan CIA, “melakukan pembunuhan tanpa terdekteksi.”

Sementara itu, CIA berdalih langkah-langkah fantastis ini dilakukan untuk memerangi kelompok teror seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang kerap menggunakan aplikasi terenskripsi seperti Telegram. Namun argumen tersebut dikritik oleh kelompok peretas. “Argumen bahwa teroris menggunakan televisi pintar Samsung, sangat-sangat aneh. Televisi jenis ini justru digunakan oleh ribuan warga Amerika Serikat,” kata Alex Rice, kepala teknologi Hacker One, perusahaan start-up that yang mendaftar peretas untuk menguji keamanan perusahaan atau perusahaan.

WikiLeaks masih menunda bocoran 8.761 dokumen lain terkait penyadapan CIA, hingga ada konsesus terkait program ini.

Kasus penyadapan kali ini, menurut WikiLeaks berbeda dengan data bekas kontraktor Badan Keamanan Dunia (NSA) Edward Snowden. Saat itu Snowden menunjukkan bahwa terjadi penyadapan besar-besaran terhadap sistem komunikasi berbasis internet. Sedangkan dalam kasus ini, WikiLeaks membocorkan dugaan penyadapan CIA terhadap peralatan elektronik individu.

“Ini adalah kejutan besar,” ujar Jake Williams, pendiri Rendition Infosec, perusahaan keamanan siber. “Dokumen ini mengungkap alat sejenis virus yang jauh lebih berbahaya dibandung kasus NSA.”

Jika tuduhan ini benar, ketegangan antara pemerintah dengan perusahaan teknologi papan atas seperti Google, Microsoft, Facebook, dan Yahoo akan kembali terulang pasca-Snowden.[tempo/fc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Music 09 Des 2017, 21:00:31 WIB

    <a href="http://cialiseprofessional.ru/">discoun t tadalafil</a> <a href="http://onlinecanadianepharmacy.ru/">onl ine canadian pharmacy</a> <a href="http://rhineincecialis.ru/">Rhine Inc Pharmacy</a> <a href="http://cialisonlineenoprescription.ru/"> ;cialis without a, prescription</a> <a href="http://cialiscanadae.ru/">buy canadian cialis</a> <a href="http://cialisewithoutadoctorsprescription.ru/&q uot;>cialis without a script</a> <a href="http://rxexpresseonline.ru/">generic viagra american express</a> <a href="http://amoxicillinbuyecanada.ru/">amoxi cillin for sale canada</a> <a href="http://tadalafilbesteprice.ru/">20 mg tadalafil best price</a> <a href="http://levitrawithouteprescription.ru/"> ;viagra vs cialis vs levitra</a>

View all comments

Write a comment