Wabub Sumenep: Radikalisme Mulai Menguasai Musholla

By 28 Apr 2016, 11:58:59 WIBDaerah

Wabub Sumenep: Radikalisme Mulai Menguasai Musholla

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi memberikan sambutan di acara Gebyar Rajabiyah dan Harlah NU ke-93 di MWC NU Bluto. (foto:portalm)


Sumenep, matahationline.com – Gerakan radikalisme kini mulai menyebar ke pelosok desa dan kota, mulai dari masjid dan musholla sudah mereka kuasai untuk menyebarkan paham-paham radikalisme. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, ketika menghadiri acara Gebyar Rajabiyah dan Harlah NU ke-93 di MWC NU Bluto, Kamis (28/4/2016). Dalam acara tersebut, turut hadir Rois Syuriah, KH. Imam Hasyim, pengurus MWC se-kabupaten Sumenep dan IPNU-IPPNU dan muslimat.

Fauzi dalam sambutannya menyampaikan, gerakan radikalime kini mulai menjamur di Indonesia dengan misi menanam paham anti Pancasila dan menginginkan Indonesia sebagai negara Islam. Hal itu perlu di waspadai bersama, terlebih oleh warga NU. Sebab NU adalah salah satu organisasi keagamaan besar yang mempunyai kekuatan untuk melawan radikalisme.

“NU harus jadi benteng terkuat dalam membendung bahaya radikalisme. Sebab geliatnya luar biasa di berbagai daerah. Bahkan mulai mengusai musholla-musholla dengan modus dakwah,” ungkap Fauzi.

Menurut Fauzi, kondisi sosial budaya bangsa Indonesia sudah damai dan tentram. Sehingga kondisi yang demikian itu, perlu kita jaga agar tidak goyah dengan paham-paham yang radikal. Warga NU harus bersama-sama untuk mengokohkan lagi ideologinya di masyarakat.

“Indonesia tidak boleh diusik oleh paham-paham menyesatkan, kita sudah guyub dalam bingkai keberagaman. Sehingga hidup rukun dan damai adalah corak Islam Nusantara,” sambungnya.

Selain itu, menurut Fauzi. Pembenahan struktur kaderisasi juga harus lebih di tingkatkan lagi. Gerakan radikal di era modern ini, sudah mulai menyasar para pelajar dan mahasiswa. “Karena paham sesat itu mudah merasuki anak muda. Maka tugas anak muda NU untuk membangun basis di tingkat pelajar dan mahasiswa,” pungkasnya.[ch]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment