Umi Zahrok Minta Pemprov Jatim Serius Tangani Kasus ODHA

By Kontributor 13 Mar 2020, 15:16:42 WIBKesehatan

Umi Zahrok Minta Pemprov Jatim Serius Tangani Kasus ODHA

Keterangan Gambar : Anggota Komisi E DPRD Jatim, Umi Zahrok


matahationline.com – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Umi Zahrok meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kembali serius menangani kasus Orang  Dengan HIV/AID (ODHA). Pasalnya, jumlah penderita HIV/AID di Jawa Timur terus meningkat dan saat ini berada di posisi kedua setelah Jakarta. 

Jumlah ODHA untuk tahun 2019 berada diangka 9.981 orang. Jumlah tersebut kata Umi sangat memprihatinkan, terlebih penderita HIV/AID merupakan usia produktif, yaitu dari 25-40 tahun.

Untuk penanganan kasus ODHA di Jawa Timur, politisi PKB Jawa Timur tersebut mengajak pemprov dan pemkab/kota di Jawa Timur untuk belajar pada Kota Solo Jawa Tengah.

Dimana kota tersebut dalam penanganan dan meminimalisir ODHA dengan membuat dan mengimplementasikan Perda khusus tentang pencegahan HIV/AID. Sehingga di setiap kecamatan ada forum-forum pencegahan HIV/AIDs, warga peduli AIDs dan Komisi Penanggulangan AIDs (KPA) yang bekerja efektif.

“Ada kerja sama yang baik antara pemerintah dan warganya dalam menanggulangi HIV/AIDs),” katanya, Jumat (13/3/2020).

Tidak hanya itu, sentral pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas juga memberikan pelayanan untuk warga dan penderita HIV/AIDs.

Politisi asal dapil Jember-Lumajang itu menyampaikan bahwa sebenarnya di Jawa Timur sudah memiliki Perda Nomor 8 Tahun 2018 Penanggulangan HIV/ AIDS. Namun yang menjadi permasalahnya adalah perda tersebut belum memiliki pergub sebagai peraturan turunan untuk bisa diaplikasikan. Untuk itu, ia sangat mendesak Gubernur Jawa Timur segera mengeluarkan pergub dan penanganan kasus ODHA di Jawa Timur bisa segelah dilakukan.

Penanganan Kasus ODHA di Jawa Timur kata Umi, membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga dibutuhkan payung hukum (pergub). Anggaran tersebut untuk menambah, memfungsikan fasilitas kesehatan yang  ada di setiap daerah dan juga untuk menyedikan obat khusus penderita ODHA.

Selain itu, tidak kalah penting adalah membentuk dan mengaktifkan kembali KPA di setiap daerah di Jawa Timur. KPA menjadi komisi khusus penanganan kasus HIV/AIDs di masyarakat.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment