Tujuh Bukti Kedekatan Cak Imin dengan Gus Dur

By Kontributor 14 Des 2018, 10:58:06 WIBTokoh

Tujuh Bukti Kedekatan Cak Imin dengan Gus Dur

Keterangan Gambar : Cak Imin dan Gus Dur


matahationline.com - Sebagian orang beranggapan bahwa Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa Cak Imin memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan pendiri PKB, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Bahkan ada sekelompok orang yang menyebarkan isu bahwa Cak Imin memusuhi Gus Dur hanya untuk menjadi Ketua Umum PKB yang digambarkan dalam konflik di tubuh PKB tahun 2008. Anggapan dan pandangan tersebut tampaknya salah besar saat melihat bagaimana kedekatan Cak Imin dan Gus Dur.

Untuk melihat bagaimana kedekatan kedua tokoh tersebut dapat dilihat dari tujuh fakta. Pertama, ketika PKB didirikan pada tahun 1998, Cak Imin menjadi satu-satunya tokoh muda yang mendapat kepercayaan Gus Dur dan para kiai sebagai Sekjen DPP PKB. ­Kedua,  saat proses pemilihan pimpinan DPR RI tahun 1999, Gus Dur bersama dengan PKB menunjuk Cak Imin untuk mewakili PKB menjadi Ketua DPR RI. Dimana pada masa itu juga banyak kader-kader potensial PKB yang pantas menduduki jabatan tersebut, namun Gus Dur lebih mempercayakan kepada Cak Imin, politisi muda mantan aktivis PMII itu.

Fakta ketiga dapat dilihat dari hasil Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB di Yogyakarta. Dari hasil Muktamar tersebut Sekjen PKB diserahkan pada Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Namun dalam perjalanannya, Gus Dur tidak lagi cocok dengan Gus Ipul. Gus Dur melalui rapat Dewan Syuro PKB pada 1 September 2003 memutuskan untuk mereposisi jabatan Sekjen dari Gus Ipul ke Cak Imin. Keputusan tersebut disepakat oleh para kiai. Cak Imin menjabat sebagai Sekjen PKB kembali hingga Muktamar II PKB di Semarang tahun 2005.

Keempat,  Gus Dur lagi-lagi memilih Cak Imin untuk mewakili PKB dalam proses pemilihan pimpinan DPR RI dari hasil pemilu 2004. Waktu itu, Cak Imin maju dalam paket Koalisi Kebangsaan bersama wakil dari Golkar (Agung Laksono), PDIP (Soetardjo) dan BPR (Zainal Maarif). Sementara dipihak lain, Gus Dur memasang Ali Maskur Musa dalam paket Koalisi Kerakyatan bersama Partai Demokrat, PPP dan PKS. Jelas dalam hitung-hitungan berdasarkan hasil pemilu, koalisi Kebangsaan akan menang karena di dalamnya merupakan partai pemenang pemilu, dan Cak Imin kembali menjadi pimpinan di DPR RI. Sementara Ali Maskur Musa dipasang oleh Gus Dur dalam koalisi kerakyatan untuk mengantisipasi ketidakmungkinan terjadi.

Kelima, menjelang Mukatamar II di Semarang 2005. Banyak kader PKB yang potensial berniat maju untuk menjadi Ketua Umum DPP PKB. Saat itu yang berniat maju diantaranya Ali Maskur Musa, Saifullah Yusuf, Mahfud MD dan Cak Imin. Namun, lagi-lagi Gus Dur menginginkan Cak Imin yang memimpin PKB. Alasan Gus Dur sangat sederhana saat itu, Gus Dur berkata “ Muhaimin lebih tahu saya”. Pada akhirnya Muktamar II tersebut menghasilkan terpilihnya Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB dengan perolehan 304 suara, Ali Maskur Musa 27 suara, Saifullah Yusuf 26 Suara dan Mahfud MD 2 suara.

Keenam, setelah Muktamar Semarang digelar, ada segelintir kader yang kalah tidak puas dan mendirikan PKB tandingan dengan menamakan diri sebagai PKB hasil Muktamar Surabaya. Kelompok yang tidak terima tersebut dipimpin oleh Khoirul Anam. Untuk menyelamatkan PKB, Gus Dur kembali memberi kepercayaan kepada Cak Imin untuk membentuk tim mengurusi proses hukum di pengadilan. Cak Imin bersama timnya berhasil memenangkan proses hukum di pengadilan.

ketujuh, Sepanjang tahun 2007 terjadi ketegangan antara Gus Dur dan Cak Imin. Ketegangan tersebut membuat KH Sonhaji Chasbullah (Mbah Son) Jimbun Kebumen mengirim utusan sowan ke Gus Dur dengan membawa surat pribadi Mbah Son untuk Gus Dur. Mbah Son merupakan ulama khos yang sangat dihormati Gus Dur. Setelah menerima surat tersebut, Gus Dur kemudian menjawab isi surat tersebut “saya tidak pernah ada masalah dengan Muhaimin”. Surat tersebut sebagai bagian dari bukti bahwa Mbah Son dan kiai-kiai Gus Dur memberikan dukungan kepada Cak Imin dalam memimpin PKB.

Demikian ulasan tentang fakta kedekatan Cak Imin dan Gus Dur saat berjuang bersama PKB. Nantikan fakta-fakta terkini terkait Gus Dur dan Cak Imin bersama dengan PKB-nya.

Source: Buku “Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur” terbitan Lkis Yogyakarta tahun 2010



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment