TKA Ilegal Makin Marak, Pak Halim: Perusahaan juga Perlu Dipantau

By 29 Des 2016, 13:20:23 WIBKetenagakerjaan

TKA Ilegal Makin Marak, Pak Halim: Perusahaan juga Perlu Dipantau

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar. Foto: DPRD Jatim


SIDOARJO, Matahati Online - Petugas Imigrasi Klas 1 Khusus Surabaya di Waru, Sidoarjo Jawa Timur menjaring tujuh orang warga negara asing berkebangsaan Cina dari perusahaan yang bergerak di bidang industri besi dan baja karena diduga menyalahi izin tinggal.

Kepala Kantor Imigrasi Klas 1 Khusus Surabaya, Agus Widjaya, Rabu malam (28/12/2016), dilansir teropongsenayan.com, mengatakan, ketujuh orang WNA berinisial, WG, TY, LX, LJ, YC, WB, dan HJ. Mereka bukan tenaga kerja dengan keahlian langka melainkan teknisi mesin.

"Mereka ditahan petugas imigrasi saat menggelar Operasi Waspada dengan target perusahaan asing yang ada di Sidoarjo mengingat saat ini memasuki pergantian tahun," katanya.

Ia menjelaskan, tidak hanya perusahaan asing saja beberapa lokasi lainnya seperti restaurant, tempat hiburan serta hunian iran asing juga dilakukan operasi serupa.

Lebih lanjut, saat operasi digelar, petugas mendapati sejumlah 23 warga negara asing berkebangsaan Cina di perusahaan itu, namun, ke 16 dari mereka sudah memegang izin tinggal terbatas.

"Sedangkan yang tujuh ini hanya pemegang izin tinggal kunjungan B211 yang dikeluarkan di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing dan mendarat di Bandara Juanda," kata dia.

Menanggapi kasus itu, Ketua DPRD Provinsi Jatim Abdul Halil Iskandar ikut angkat bicara. Dia mengapresiasi pihak terkait yang telah melakukan langkah cepat menanggulangi serbuan TKA, terutama yang ilegal.

“Sidak semacam itu perlu terus dilakukan, sehingga dunia ketenagakerjaan menjadi lebih terkontrol. Apalagi sektor imigrasi berkaitan langsung dengan kasus ini,” kata Pak Halim.

Tidak hanya itu, dia melanjutkan, perusahaan atau lembaga yang welcome dan menyediakan ruang bagi TKA ilegal juga perlu diberi peringatan, bahkan diberi sanksi jika perlu.

“Setiap imigran atau TKA ilegal yang masuk, pasti melewati ‘pintu’. Nah, pihak-pihak yang menyediakan ‘pintu’ itulah yang juga perlu diusut dipantau,” pungkasnya. [an]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment