Sudah Bukan Lagi WNI, Fraksi PKB Jatim Tolak Eks ISIS Balik ke Indonesia

By Kontributor 10 Feb 2020, 13:54:36 WIBPolitik

Sudah Bukan Lagi WNI, Fraksi PKB Jatim Tolak Eks ISIS Balik ke Indonesia

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Ubaidillah


Surabaya, matahationline.com – Anggota Fraksi PKB Jawa Timur Ubaidillah menolak pemulangan mantan pejuang ISIS dan simpatisan ISIS ke Indonesia, meski dulunya adalah warga Indonesia. Penolakan tersebut kata pria yang biasa disapa Mas Ubaid tersebut atas dasar berbagai pertimbangan dan untuk kebaikan masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.

Politisi asal Bondowoso itu mengatakan bahwa negara atau pemerintah sudah tidak memiliki kewajiban untuk memulangkan eks ISIS ke Indonesia, karena mereka sudah bukan lagi warga negara Indonesia (WNI). Kewarganegaraan eks ISIS tersebut sebagai WNI telah gugur sejak meninggalkan Indonesia dan memilih membela negara lain (ISIS).

“Dalam undang-undang kita, kewarganegaraan mereka sudah bukan lagi warga negara RI,” ungkapnya, Senin (10/2/2020).

Tidak hanya kerena status kewarganegaraan, politisi PKB itu juga menolak kerana atas dasar menjaga keamanan nasional dari gerakan-gerakan ekstrimis teroris masuk di Indonesia. Ubaid meyakini, matan eks ISIS dan simpatisannya tersebut sudah menerima doktrin ideologi ISIS, termasuk kaum perempuan yang juga menjadi simpatisan. Sebab itu, eks dan simpatisan ISIS dinilai tidak akan menerima pancasila sebagai ideologi negara dan mengancam keamanan negara.

“Untuk anak-anak ditakutkan mereka akan lebih militan dari pada bapaknya, karena sejak dini mereka sudah terkontaminasi doktrin doktrin-doktrin ISIS,” ujar anggota Komisi A DPRD Jatim itu.

Berdarakan UU, kewarganegaraan anak-anak masih mengikuti orang tuanya. Artinya di usia 17 tahun nanti, anak-anak eks ISIS bisa memilih kewarganegaraannya. Akan tetapi, pemerintah juga harus mempertimbangkan respon dari masyarakat “Karena banyak sekali penolakan dari masyarakat,” Sambungnya.

Ia juga menyarankan kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk tidak bekerja sendiri dalam melakukan penguatan deradikalisasi di tengah masyarakat. Pelibatan ormas seperti NU dan Muhammadyah sangat diperlukan karena ormas tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment