Solusi Kemacetan Surabaya Now: Tol Tengah Kota dengan Pemaksimalan Ruang Udara

By Kontributor 09 Des 2017, 10:37:04 WIBDaerah

Solusi Kemacetan Surabaya Now: Tol Tengah Kota dengan Pemaksimalan Ruang Udara

Keterangan Gambar : ilustrasi


SURABAYA, matahationline.com - Kemacetan di Surabaya sudah sangat menjemukan. Terbukti dengan setiap waktu pulang kerja selalu menampakkan kepadatan kendaraan yang memenuhi jalanan kota. Masyarakat seakan sudah terbiasa melihat hal ini, mereka menyadari kalau Surabaya memanglah kota terbesar kedua se-Indonesia, mereka memakluminya. Karena masyarakat kita memanglah masyarakat dengan tingkat toleransi kemacetan yang sangat tinggi sehingga sealammkan kemacetan bukanlah suatu masalah besar yang harus dipikirkan solusinya sedini mungkin. Tetapi sadarkah kita bahwa penataan ruang dalam perkotaan kurang memanfaatkan ruang udara? 

Surabaya adalah kota dengan tingkat kepadatan dan kesibukan yang sangat tinggi. Pun masyarakatnya juga memiliki mobilitas tinggi, karena kita tahu bahwa Surabaya adalah kota metropolitan dan pusat ekonomi Jawa Timur. Apalagi perkembangan bisnis di Surabaya didukung dengan adanya dua perusahaan masyhur, Ciputra dan Pakuwon. Kedua perusahaan ini bertempat di Surabaya bagian barat. Namun sayangnya tidak ada jalan penghubung atau jalur alternatif langsung dari pusat kota menuju pusat perekonomian ini, akhirnya masyarakat kota yang memiliki urusan di Surabaya pinggiran (barat,utara, timur, selatan) harus melewati seluruh jalanan kota plus kemacetannya, sehingga jalanan Surabaya selalu di penuhi oleh berbagai macam kendaraan, mobil, motor dan becak. Seluruh jenis kendaraan tersebut berkumpul menjadi satu dan seringkali terlibat dalam pelanggaran lalu lintas, utamanya adalah motor. Hal ini menjadi hambatan bagi kenyamanan berkendara, tetapi masyarakat tidak menyadari akan pentingnya kenyamanan tersebut.

Ruang udara seringkali di lupakan dalam pembangunan infrastruktur pemerintah. Pemerintah kebanyakan fokus dengan pembangunan yang memberdayakan ruang darat, salah satunya adalah pelebaran jalan yang dirasa kurang efektif dan efisien. Karena beberapa alasan, pertama harus menggusur tempat tinggal masyarakat dan seringkali pemerintah tidak dapat memberikan solusi terhadap korban penggusuran berupa relokasi ataupun solusi yang lain, kedua adalah adat, ada beberapa lahan yang di yakini mayarakat lahan tersebut adalah lahan keramat yang tak boleh dibangun atau diambil alih pemerintah dalam proses pemanfaatannya, ketiga adalah harga pembebasan tanah, masyarakat yang memiliki tanah di butuhkan untuk pelebaran jalan akan merasa “aji mumpung” sehingga mematok harga setinggi - tingginya kepada pemerintah yang akhirnya pemerintah akan menghabiskan banyak anggaran untuk melakukan pelebaran jalan.

Kemacetan yang dialami oleh Surabaya memang sudah parah karena kendaraan roda empat yang berada di kota tidak terkontrol. Oleh karena itu solusi yang dapat di tawarkan adalah pembangunan tol di tengah kota dengan pemanfaatan ruang udara sangat di sarankan karena dianggap lebih efektif dalam tataruang dan tentunya agar memudahkan mobilitas masyarakat dan mengurangi kemacetan di Kota Surabaya.[Safara Akmaliah]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment