Sekali Lagi, Banser Siap Bantu Kejaksaan Mencari La Nyalla

By 29 Mar 2016, 15:57:59 WIBPolitik

Sekali Lagi, Banser Siap Bantu Kejaksaan Mencari La Nyalla

Keterangan Gambar : Kasatkorwil Banser Jawa Timur, Umar Usman. (sumber foto: Achmad Tauchit/MT)


Surabaya - Satuan Koordinasi Wilayah (Satkoorwil) Barisan Anshor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama Jawa Timur siap membantu Kejaksaan untuk mencari Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mattalitti yang dikabarkan menghilang. "Kami mempunyai tim untuk mencari jika memang diperlukan," kata Kepala Satuan Koordinasi Wilayah Banser Jawa Timur Umar Usman seperti dikutip situs Tempo.co, Selasa, 29 Maret 2016.

La Nyalla diketahui tiga kali mangkir dari panggilan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah Provinsi Jawa Timur pada Rabu, 16 Maret 2016. La Nyalla yang saat ini juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila diduga menggunakan dana hibah Kadin sebesar Rp 5,3 miliar untuk membeli saham perdana Bank Jatim pada 2012. Saham itu memberi dividen untuk La Nyalla sebesar Rp 1,1 miliar.

Umar menjelaskan, Banser adalah bagian dari masyarakat yang senantiasa mendukung penegakan hukum. Sebab itulah Banser juga akan selalu siap jika kejaksaan ataupun polisi membutuhkan bantuan. "Soal bantuan seperti apa yang dibutuhkan, harus komunikasi dengan jaksa dan polisi." 

Banser sangat menyayangkan demo di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan perusakan rumah dinas Jaksa Tinggi oleh ormas Pemuda Pancasila pada Jumat dua pekan lalu, 18 Maret 2016. Menurut Umar, hal itu tidak seharusnya terjadi. "Kejadian itu bentuk intervensi dan tekanan terhadap penegak hukum yang seharusnya tidak dilakukan." 

Umar menambahkan, Banser meminta kejaksaan tidak terpengaruh oleh tekanan dari pihak-pihak yang ingin menggagalkan upaya pengusutan korupsi Kadin Jawa Timur. Polisi juga diminta bertindak tegas terhadap aksi premanisme yang seolah-olah menghalangi pengusutan korupsi. "Kami akan mendukung dan membantu kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus itu."


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment