Ratusan Pemuda Sidoarjo Gelar Acara Sedulur Ngaji

By Kontributor 24 Apr 2018, 13:04:47 WIBDunia Islam

Ratusan Pemuda Sidoarjo Gelar Acara Sedulur Ngaji

Keterangan Gambar : Suasana Acara Sedulur Ngaji di Aula kantor PCNU Sidoarjo, Perum Airlangga nomer 05-06 kabupaten Sidoarjo, Senin 23 April 2018.


Sidoarjo, matahationline.com - Ratusan pemuda yang mengatasnamakan Laskar Santri Jenggolo kabupaten Sidoarjo, menggelar acara Sedulur Ngaji di Aula kantor PCNU Sidoarjo, Perum Airlangga nomer 05-06 kabupaten Sidoarjo, Senin 23 April 2018.

Menurut Abdillah Nasikh selaku Panglima Laskar Santri Jenggolo, acara Sedulur Ngaji merupakan gerakan spiritual keagamaan yang berbasis kepesantrenan yang bersifat keswadayaan dan kemandirian.

Berangkat dari cita-cita kaum santri yang senantiasa mengawal perjalanan sejarah berdirinya negara Republik Indonesia, melahirkan semangat perjuangan yang besar, melekat jiwa Nasionalisme dan Religius, paparnya sebelum acara sedulur ngaji dimulai.

Acara Sedulur Ngaji tersebut dihadiri oleh 400 orang dari berbagai wilayah kecamatan yang ada di kabupaten Sidoarjo. Hadir pula ketua PCNU, ketua PC GP. Ansor, Wakil Bupati Sidoarjo, ketua DPRD, ketua DPC Perempuan Bangsa, ketua DKC Garda Bangsa, ketua DKC Gemasaba kabupaten Sidoarjo dan segenap jajaran Dewan Syuroh DPC PKB Sidoarjo.

Dewan Syuroh DPC PKB H. Nasikhuddin menjelaskan, tujuan acara sedulur ngaji merupakan anjuran kiai NU, untuk berdoa bersama menjelang Pilgub Jatim 2018 dan Pilpres 2019,agar tercipta pemilu yang aman dan damai.

Sedulur Ngaji ini diisi dengan istighotsah dan membaca shalawat Nariyah sebanyak 4.444 kali, yang dipimpin oleh KH. Nur Cholis, pengasuh pondok pesantren Junwangi kabupaten Sidoarjo.

Selain pilgub damai, Nasikhuddin juga berharap sebagai Ikhtiyar santri dalam mengawal keputusan para kiai se-Jawa Timur yang mengamanahkan kepada Gus Ipul maju sebagai Cagub Jatim 2018. Sedulur ngaji dapat menciptakan gerakan batin memohon kepada Allah SWT agar Gus Ipul–Mbak Puti (GUSTI) menang pada Pilgub Jatim 2018 sebagaimana cita-cita para kiai, tandasnya.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment