Raih Juara II Tingkat Provinsi, Zumroh Melaju ke Grand Final
Bertekad Harumkan Nama Jatim di Pentas Nasional Musabaqoh Kitab Kuning DPP PKB

By 12 Apr 2016, 16:07:37 WIBDunia Islam

Raih Juara II Tingkat Provinsi, Zumroh Melaju ke Grand Final

Keterangan Gambar : Zumroh Najiyah, salah satu peserta Musabaqoh Kitab Kuning yang mewakili Jawa Timur, Senin (11/04/2016). (Foto: Achmad Faidy)


Surabaya — Jantung gadis berjilbab itu berdetak kencang ketika dewan juri hendak mengumumkan pemenang. Beberapa detik kepalanya tertunduk, tangannya bersedekap keras. Saat namanya disebut sebagai finalis, matanya berbinar, suaranya tertelan di tenggorokan.
 
Zumroh Najiyah, nama lengkapnya. Ia adalah satu dari ratusan peserta yang mengikuti kegiatan Musabaqoh Kitab Kuning, yang digelar di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, awal bulan lalu. Kemahirannya membaca kitab kuning membuatnya menjadi juara II di kompetisi tersebut.
 
“Setelah momen menegangkan itu, saya senang sekali. Akhirnya bisa menjadi finalis,” kata Zumroh, panggilan akrabnya, ketika ditemui Matahationline.com di kantor DPW PKB Jatim, kemarin (11/04/2016).
 
Lahir 20 tahun lalu di Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Zumroh mengaku sejak kecil suka sekali mengikuti kompetisi. Apalagi jika kompetisi yang diikuti berhubungan dengan membaca. Sebuah kompetisi dianggapnya sebagai motivasi tersendiri untuk menjadi yang terbaik.
 
Dari kesukaannya itu, ia langganan duduk di podium sebagai finalis. Kalender pribadinya mencatat, pada tahun 2006 dalam gelaran Musabaqoh Qiroatil Kutub di Jember, ia didapuk sebagai juara harapan I bidang nahwu. “Lomba itu dinilai dari nahwu, sebuah cabang ilmu yang merupakan kunci dasar untuk bisa membaca kitab kuning,” ujarnya.
 
Dua tahun kemudian, pada gelaran seabad Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Zumroh dipilih sebagai juara II kategori lomba tafsir. Pada 2011, lagi-lagi Zumroh didapuk sebagai juara I untuk lomba tafsir yang digelar oleh Kemenag di Probolinggo, Jawa Timur.
 
Sementara pada Musabaqoh Kitab Kuning awal bulan ini yang digelar oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),  gadis manis tersebut menjadi juara II di Pasuruan. Ketika ditanya tentang materi lomba, ia bahkan hanya punya waktu satu hari untuk mempersiapkan segalanya. Semalam suntuk Zumroh menekuri Ihya’ Ulumuddin, kitab legendaris karya Imam Al-Ghozali itu.
 
“Tidak ada persiapan yang panjang. Tapi saya tertantang, dan Alhamdulillah satu malam bisa total digunakan untuk belajar,” jelas gadis mungil asli Pasuruan ini.
 
Zumroh yang kini berstatus sebagai mahasiswi semester akhir Hukum Bisnis Syariah Fakultas Syariah UIN Maliki Malang itu bersyukur atas apa yang didapatkan. Terutama kepada DPW PKB Jatim, yang telah memberikan tiket menjadi finalis musabaqoh untuk diadu di tingkat nasional.
 
“Saya berterima kasih kepada guru-guru yang telah mengajari saya dalam membaca kitab, tidak terkecuali untuk PKB Jatim. Pengalaman ini tidak akan pernah terlupakan. Semoga ini menjadi bagian hidup saya yang terindah,” jelas pengkoleksi buku tentang tafsir Al-Quran tersebut.
 
Ia berharap, pada musabaqoh tingkat nasional nanti juga mampu mengharumkan nama Jawa Timur. Sebab dalam bayangannya, Jawa Timur merupakan daerah yang jumlah pesantrennya lebih banyak ketimbang daerah lain. Lebih dari itu, tradisi membaca kitab kuning di Jawa Timur terbilang masih sangat kuat.
 
“Di tingkat nasional nanti, saya harap bisa menjadi juara. Kalau pun tidak, tidak apa-apa juga. Setidaknya saya sudah menjumput pengalaman berharga untuk kemudian ditularkan pada orang-orang di sekitar saya, untuk generasi mendatang. Tradisi membaca kitab kuning harus senantiasa dilestarikan,” pungkasnya. [hr]


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment