Prihatin Soal Jam Tayang Seni dan Budaya, Cak Imin Minta Frekuensi Khusus di TV

By Kontributor 25 Apr 2018, 10:55:45 WIBSosial Budaya

Prihatin Soal Jam Tayang Seni dan Budaya, Cak Imin Minta Frekuensi Khusus di TV

Keterangan Gambar : istimewa


Surakarta, matahationline.com – Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengungkapkan keprihatinan soal seni dan budaya lokal yang sangat minim diangkat oleh pertelevisian (TV) nasioanl. Dimana dalam tayangan TV nasinonal cenderung menayangkan sinetron atau drama yang tidak memiliki muatan nilai kebangsaan.

Karena itu, Cak Imin meminta pemerintah untuk memberikan jam tayang khusus atau frekuensi kusus untuk seni dan budaya lokal dalam rangka memberi pendidikan kebangsaan kepada pemirsa.

“Pemerintah harus ambil alih beberapa jam frekuensi publik diberikan kepada seniman dan budayawan, baik iklannya, penampilannya, lokal tradisinya diangkat melalui TV,” ungkap Wakil MPR RI itu saat menghadiri Sarasehan bersama seniman tradisional di Surakarta, Selasa malam (24/4/2018).

Cak Imin mengakui bahwa televisi memiliki pengaruh yang besar dalam mempengaruhi aspek kognisi, afeksi dan psikomotorik khalayak. Pengaruh TV menjadi signifikan ketika melihat dampaknya secara empiris di masyarakat.

Sebab itu, kata Cak Imin, pemerintah harus segera membentuk peraturan baru yang dapat mangatur frekuensi penyiran televisi yang berisi seni dan budaya tradisional bangsa. Tujuannya adalah memberikan pendidikan kebangsaan melalui seni dan budaya lokal Indonesia.

“Saya harap Presiden keluarkan Perpres yang mengatur frekuensi publik. Kalau tidak nanti diperkuat dengan undang-undang penyiaran harus memberikan hak frekuensi siaran untuk local tradition,” terangnya.[tc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment