Politisi PKB Minta Pemprov Jatim Cari solusi Terkait Semakin Menyusutnya Lahan Pertanian

By Kontributor 18 Jan 2020, 13:28:57 WIBEkonomi

Politisi PKB Minta Pemprov Jatim Cari solusi Terkait Semakin Menyusutnya Lahan Pertanian

Keterangan Gambar : Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Chusainuddin


matahationline.com – Terjadinya penyusutan lahan pertanian di wilayah Jawa Timur menjadi perhatian khusus Komisi B DPRD Jawa Timur. Pasalnya, lahan pertanian yang beralih fungsi sebagai perumahan dan industri rata-tara mencapai angka 1.953 Hektare pertahun. Jumlah penurunan tersebut dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas ketersediaan pangan di Jawa Timur dan nasional.

Sebab itu, Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Chusainuddin mengatakan akan memanggil Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur untuk berkoordinasi mencari solusi dalam melakukan pencegahan penyusutan lahan pertanian.

“Kami beremcana akan memanggil dinas pertanian untuk minta penjelasan dan sekaligus koordinasi untuk mencari solusi termasul melakukan pembukaan lahan baru,” ungkapnya , Sabtu (18/1/2020).

Politisi PKB Jawa Timur itu kemudian menjelaskan Perda 5/2012 tentang RTRW Provinsi Jatim 2011-2031 telah menyebutkan bahwa luas dan sebaran Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Jatim minimal 1.017.549,7 hektare.  LP2B adalah bidang lahan pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten untuk produksi pangan.

Terjadinya alih fungsi lahan pertanian tersebut salah satu penyebabnya adalah tidak adanya perda yang mengatur terkait batas-batas wilayah pertanian (LP2B) di kawasan kabupaten/kota. Terhitung  hanya 14 daerah di Jawa Timur yang telah membuat perda terkait LP2B, sedangkan 24 lainnya masih masih berupa perda RTRW.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo juga merilis data hasil kajian yang dilakukan oleh ITS. Data itu menyebutkan lahan pertanian seluas 9.597 Hektare di Jawa Timur beralih fungsi menjadi area pergudangan, kawasan industri atau pabrik dan bisnis properti. jumlah luasan Alih fungsi lahan 9.597 Hektare tersebut merupakan data perbandingan antara data SK ATR/BPN dengan luasan lahan sawah faktual. Dimana berdasarkan hasil kajian tersebut, data baku sawah SK. ATR/BPN di 2018, lahan pertanian sebanyak 1.287.676,42 hektare. Sedangkan hingga akhir 2019 lalu, luasan sawah faktual hanya sebesar 1.278.078,83 hektare.

"Sehingga ada alih fungsi lahan sebesar 9.597 hektare di tahun 2019 dengan 20 macam alih fungsi lahan. Misalnya menjadi area pergudangan, area industri, hingga kawasan properti," jelasnya.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment