Politisi PAN vs Hanura Adu Jotos di Acara Pemakaman Mantan Wakil Wali Kota

By fandra 24 Apr 2017, 12:44:05 WIBDaerah

Politisi PAN vs Hanura Adu Jotos di Acara Pemakaman Mantan Wakil Wali Kota

Keterangan Gambar : Prosesi pemakaman mantan Wakil Wali Kota Makasar , Supomo Guntur. (foto by kompas.com)


Jeneponto, matahationline.com – Politisi PAN dan Hanura terlibat duel sengit, adu jotos di tengah-tengan proses pemakaman tokoh masyarakat Sulawesi Selatan Supomo Guntur Wakil Wali kota Makassar di Dusun Bungungloe, Desa Bontomatene, Kecamatan Turatea, Kabpaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu (23/4/2017).

Diketahui, kedua politisi tersebut adalah Muhtar Tompo, Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi Hanura berkelahi dengan Syamsuddin Karlos, Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan dari fraksi PAN.  Aksi tidak terpuji dua anggota dewan tersebut terjadi hanya ada rasa saling ketersinggungan terkait pembangunan waduk yang proses pembebasan lahannya diduga dikorupsi oleh sejumlah pejabat setempat. "Tiba-tiba berkelahi padahal banyak sekali orang untung banyak yang lerai," kata Sulaeman, salah seorang warga yang menyaksikan peristiwa ini.

Sebagai mana dilansir kompas.com, kedua legislator tersebut pada mulanya  hanya mengobrol biasa di tengah ribuan warga yang turut hadir saat pemakaman sedang berlangsung. Namun, tiba-tiba keduanya terlibat keributan dan adu fisik sebelum akhirnya dilerai oleh warga.

Usai dilerai oleh warga, wartawan mengkonfirmasi kedua legislator dan ngaku bahwa keduanya tengah membicarakan proyek pembangunan Waduk Karaloe yang berada di di Kecamatan Biringbulu dan Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. Dimana waduh tersebut tersendat dalam proses pekerjaannya karena proses pembayaran pembebasan lahannya ditentang oleh warga lantaran tidak memiliki standar harga luas lahan.

"Kami bincang-bincang tentang waduk Karaloe karena banyak warga yang protes terkait pembebasan lahan, tapi tiba-tiba dia tersinggung dan bilangi saya tidak paham situasi dan mau tampar dan tendang saya tapi saya cepat menangkis dan menghindar," kata Muhtar Tompo.

Sementara Syamsuddin Karlos yang dikonfirmasi bahwa dirinya tersinggung dengan ucapan Muhtar Tompo yang mengatakan bahwa uang pembebasan lahannya sebagian besar diambil jin.

"Jadi saya marah tapi saya tidak memukul malah dia yang duluan serang saya dengan memukul pundak saya," kata Syamsuddin Karlos.

Sementara, proses pemakaman Supomo Guntur alias Karaeng Sewang berjalan lancar meski sempat menyita perhatian sejumlah pelayat. Pemakaman mantal Wakil Walikota tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat mulai dari sejumlah legislator tingkat daerah hingga pusat serta sejumlah Bupati.[kompas/fc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment