Politisi Demokrat Ngaku Difitnah dalam Sidang kasus e-KTP

By Kontributor 23 Nov 2017, 13:39:49 WIBHukum

Politisi Demokrat Ngaku Difitnah dalam Sidang kasus e-KTP

Keterangan Gambar : Anas Urbaningrum


Jakarta, matahationline.com -  Politisi Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengaku bahwa dirinya difitnah terlibat dalam proyek e-KTP. Pernyataan tersebut disampaikan Anas saat menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (23/11/2017).

"Itu fitnah yang jorok yang mulia," ujar Anas kepada majelis hakim.

Anas mengatakan kepada majelis hakim bahwa ia tidak tahu apapun terkait pembahasan anggaran maupun proses pengadaan e-KTP. "Saya tidak tahu proyek e-KTP, tentu saya tidak tahu apa peran dari masing-masing orang yang dibicarakan KPK," imbuhnya.

Ketika ditanya soal siapa yang memfitnah dirinya, Anas tidak mau menyebut nama. Karena ia yakin semua orang tahu siapa yang ia tuduh telah memfitnahnya. "Sampeyan sudah tahu, kura-kura dalam perahu," ucap Anas.

Sementara, dalam berita acara pemeriksaan (BAP), Anas memastikan dirinya tidak pernah menerima uang sepeser pun dari proyek e-KTP. Bahkan, ia mengatakan bahwa dirinya tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Ia mengaku baru bertemu dengan Andi di dalam persidangan.

Anas mempertanyakan keterangan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang menyebut dirinya bertemu dengan pengusaha Andi Narogong. Dimana dalam sidang sebelumnya, Nazar menyebut Andi Narogong datang ke DPR dikenalkan sebagai pengusaha yang mengerjakan e-KTP dan berkomitmen bagi-bagi duit untuk meloloskan anggaran e-KTP di DPR.

"Saya disebut hadir di situ ada Andi Narogong, dan ada saksi Setya Novanto, dan ada disebutkan Andi selalu ngelapor ke saya. Kalau pengarang ini dapat hadiah nobel itu," cetus Anas dengan muka kesal.[rc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment