PKB Berpeluang Ajukan Cawapres 2019

By Kontributor 20 Okt 2017, 11:19:06 WIBPolitik

PKB Berpeluang Ajukan Cawapres 2019

Keterangan Gambar : Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin).


Jakarta, matahationline.com – ­Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki peluang yang sangat besar untuk mengajukan nama Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Pilpres 2019. Peluang tersebut tidak terlepas dari peran PKB yang menjadi partai yang paling moderat ditengah isu-isu agama dibandingkan partai lain yang sama-sama berlatar belakang agama seperti PAN, PPP dan PKS.

Menurut Direktur The Centre for Media Gender and Democracy Dedi Kurnia Syah, PKB memiliki tren suara yang baik dengan pemilih yang loyal dan signifikan dalam berbagai tingkat pemilihan. "Sebagai partai terbuka yang kuat nuansa Islam moderatnya, potensi cawapres sangat relevan lahir dari partai Nahdlatul Ulama ini," ungkapnya.

"Apalagi tren politik nasional mulai bergeser ke kelompok sektarianistik, isu agama menjadi persoalan serius dan terbukti mempengaruhi konstelasi politik dalam tahun-tahun terakhir ini. Paling fenomenal pada Pilgub DKI Jakarta lalu,” sambungnya.

Karena itu, Dedi optimis partai-partai berafiliasi pada agama memiliki peluang yang cukup baik dalam pemilu 2019 mendatang.

Dedi mengatakan jika partai yang dinahkodai Muhaimin Iskandar atau Cak Imin itu mampu memimpin perolehan suara parpol-parpol yang berbendera agama seperti Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Disanalah keunggulan Cak Imin, selain tentu sebagai Ketum PKB, dia menjadi tokoh politik paling bersinar di kalangan NU saat ini. Cak Imin pun mendapatkan sokongan kuat dari kalangan santri yang loyal. Ini kabar baik dan memberi gambaran pemilu 2019. Cak Imin miliki peluang besar untuk membangun poros politik santri, atau menjadi penentu kontestasi koalisi Capres-Cawapres 2019 bersama kalangan nasionalis," terang dedi.

Penulis buku CSR Politik itu menilai, PKB hanya membutuhkan tambahan suara di luar santri, dan kondisi tersebut dapat dicapai dengan memilih mitra politik strategis. Ia bahkan berpandangan PKB hanya memerlukan mitra yang strategis, tentu bukan dari kalangan santri, agar tidak ada dua matahari. Karena itu, Dedi melihat Cak Imin bisa menjadi calon wakil presiden dari Joko Widodo 2019 nanti.

Lebih lanjut, Dedi menuturkan aturan main pemilu dengan ambang batas 20 persen tidak menjadi penghalang yang berarti bagi PKB. Perolehan suara PKB di pemilu 2014 sebanyak 9,04 persen berpeluang untuk menjadi penentu koalisi.

"Presiden threshold bukan halangan berarti, perolehan suara pemilu lalu cukup menjadi modal PKB untuk mempengaruhi secara signifikan konstalasi Pilpres 2019. PKB hanya perlu melakukan kerja keras dengan strategis yang cantik. Peluang terbuka lebar bagi PKB meningkatkan perolehan suara pada tahun-tahun mendatang. Ini adalah tahun politik santri," jelasnya.[fc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. mobil paling irit 21 Okt 2017, 02:15:46 WIB

    Semoga dapat bermanfaat atas informasi yang telah di berikan

View all comments

Write a comment