PKB Akan Lakukan Inventarisasi Ciri Khas Metode Pembelajaran Pesantren

By Kontributor 14 Okt 2019, 13:45:10 WIBPendidikan

PKB Akan Lakukan Inventarisasi Ciri Khas Metode Pembelajaran Pesantren

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Ahmad Tamim


Surabaya, matahationline.comPartai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur akan segera melakukan inventarisasi pondok pesantren dan ciri khas metode pembelajaran yang ada di pondok pesantren. Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari usulan mereka untuk membuat Raperda tentang pondok pesantren.

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Ahmad Tamim mengatakan pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mencetak generasi muda bangsa untuk menjadi hamba-hamba Tuhan yang soleh/bertaqwa kepada Tuhan. Karena itu, sistem pendidikan yang ada dipesantren lebih mengutamakan ketauladanan dari pada pengajaran.

“Pesantren adalah lembaga pendidikan yang lebih mengutamakan lisaanul khaal daripada lisasanul maghool (memberi contoh langsung lebih baik dari pada sekedar teori),” ungkapnya.

Konsep pendidikan pondok pesantren tersebut awal mulanya tidak lepas dari sejarah pada jaman Nabi Muhammad SAW.  Ashabussuffah atau para murid Nabi Muhammad yang mendiami teras masjid  pada saat itu untuk menghabiskan waktunya belajar kepada Nabi.  Hal itu kemudian identik dengan peran para kiai saat ini dengan menjadikan masjid sebagai simbol pendidikan pesantren.

“Sehingga para santri dipastikan akan mendapatkan dua hal yang penting sekaligus, pertama pendidikan ubudiyah dan kedua pendidikan madrosiyah,” katanya. Ubudiyah adalah pengamalan ajaran agama berdasarkan tuntunan Nabi seperti  ibadah, tirakat, ngaji bandongan (memaknai/menerjemahkan kitab kuning) dan sorokan yang diikuti oleh seluruh santri dengan tabarrukan. Sedangkan Madrosiyah adalah metode pendidikan dengan pola klasikal, pembagian tingkatan pendidikan untuk para santri.

Untuk diketahui sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, Berdasarkan data dari Kementerian Agama untuk pesantren di Jawa Timur yang sudah teregistrasi sebanyak 4.443 lembaga dengan total santri baik yang bermukim dan tidak bermukim berjumlah 549.828 orang.

Di setiap pesantren yang ada di Jawa Timur memiliki metode pembelajaran yang berbeda-beda. Namun yang menjadi katakteristik dari pensantren tersebut adalah pengajian yang terbatas pada kitab salaf (kitab kuning), intensifikasi musyawarah (bahtsul masail), berlakunya sistem madrosiyah dengan pola klasikal. [ct]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment