PKB Ajak Masyarakat Sudahi Hoax Ratna dan Kembali Fokus ke Bencana Sulteng

By Kontributor 04 Okt 2018, 13:43:47 WIBPolitik

PKB Ajak Masyarakat Sudahi Hoax Ratna dan Kembali Fokus ke Bencana Sulteng

Keterangan Gambar : Wasekjen PKB, Daniel Johan


Jakarta, matahationline.com – Wasekjen PKB Daniel Johan mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dengan kehebohan hoax yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet, karena masih ada tugas kebangsaan yang lebih besar dari pada membahas soal hoax yang membodohi publik, yaitu kembali fokus soal bencana gempa dan stunami.

Menurut Daniel, pemerintah dan masyarakat lebih baik kembali untuk fokus dalam penanganan bencana alama gempa dan stunami yang terjadi di Sulawesi Tengah. "Bagusnya disudahi saja dan menjadi pelajaran untuk kita semua agar tidak menanggapi segala hal secara reaktif. Masih banyak masalah kebangsaan lain yang penting, khususnya saudara kita di Sulteng dan Lombok," terangnya, Kamis (4/10/2018).

"Lebih baik kita dukung pemerintah yang benar-benar fokus mengatasi bencana Sulteng," imbuhnya

Ketika ditanya soal sikap cuci tangan yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandi atas kasus hoax yang dilakukan oleh Ratna yang merupakan tim inti dari kemenangan Prabowo-Sandi, Daniel menilai hal itu suatu yang wajar dan alamiah.

“Secara alami, itu bentuk kekecewaan atas kebohongan yang ada," terangnya.

Seperti yang telah diketahui dan menjadi pemberitaan viral, Ratna Sarumpaet membuat kabar hoax bahwa dirinya dianiaya yang membuat dirinya tampak babak belur. Prabowo, Fadli Zon, Fahira Idris, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean, dan cawapres Sandiaga Uno ramai-ramai membela atas nama demokrasi. Namun kabar tersebut akhirnya diketahui hoax usai ditemukan beberapa kejanggalan bekas luka lebam dan pengakuan dari Ratna bahwa dirinya tidak dianiaya tetapi melakukan operasi plastik.

Karena kasus tersebut, Cyber Indonesia melaporkan 8 orang dalam kasus kabar bohong Ratna dianiaya. Mereka dilaporkan dalam dugaan ujaran kebencian.

Delapan orang yang dilaporkan adalah Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simajuntak, Rachel Maryam, Fadli Zon, Ferdinand Hutahaean, dan Habiburokhman.

“Bukti yang disampaikan, flashdisk isi video. Ada pidato Pak Pabowo saat Prescon (Press Conference), kemudian Ratna Sarumpaet, dan lainnya,” ujar Ketua Cyber Indonesia, Muannas Al Aidid, kepada wartawan usai melapor di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/10).



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment