Persaingan Bisnis Hotel di Jatim Tak Sehat

By 06 Des 2016, 16:36:40 WIBEkonomi

Persaingan Bisnis Hotel di Jatim Tak Sehat

Keterangan Gambar : Ilustrasi: metrotvnews.com


SURABAYA, matahationline.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, M Soleh, menyebut bisnis hotel di Jatim khususnya di Surabaya mulai tidak sehat. Pasalnya, peningkatan pertumbuhan hotel di Jatim tak seimbang dengan jumlah okupansi. "Tahun 2016 ini, ada sekitar 20 hotel baru di Jatim, sekitar 15 di antaranya ada di Surabaya," kata Soleh, Selasa (6/12/2016). Dilansir metrotvnews.com, Soleh menyebut beberapa pengusaha properti berniat menutup usahanya akibat tak mampu menutupi biaya operasional. Penyebab penurunan kinerja hotel, kata Soleh, lantaran segmentasi MICE (Meeting, Incentive, Conference, dan Exhibition) yang tidak didukung pemerintah. "Selama ini kontribusi dari segmen pemerintah hanya 30 persen, korporasi 20 persen, individual 30 persen, sisanya ditopang oleh segmen dari travel-travel agent," katanya. Sementara, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jatim juga menurun. Pada Oktober 2016, TPK mencapai 53,49 persen atau turun 7,14 poin dibanding TPK September 2016 yang mencapai 60,63 persen. Sedangkan terkait Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) Asing di hotel berbintang pada Oktober 2016 mencapai 3,74 hari, naik sebesar 1,26 poin dibanding dengan September 2016 yang sebesar 2,48 hari. Tapi secara keseluruhan RLMT pada Oktober 2016 sebesar 1,68 hari, atau turun sebesar 0,05 poin dibandingkan dengan September 2016 sebesar 1,73 hari. Untuk itu, Soleh berharap pemerintah membatasi tumbuhnya hotel-hotel baru, sehingga akan terjadi keseimbangan antara pertumbuhan hotel baru dengan kedatangan wisatawan menginap. "Jika ada pembatasan mendirikan hotel baru, kami yakin kinerja industri perhotelan akan berjalan dan berkembang baik dan sehat," tandasnya. Sumber: metrotvnews.com



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment