Perempuan Pejuang, Pejuang Perempuan

By fandra 21 Apr 2017, 08:38:28 WIBTokoh

Perempuan Pejuang, Pejuang Perempuan

Keterangan Gambar : Khozanah Hidayati, Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur


matahationline.com - Perempuan berkerudung itu sedang duduk serius di ruang kerjanya. Tangan kanannya sibuk menyentuh laptop. Sesekali buku yang terpajang di lemari sederhana diambilnya, dibaca untuk kemudian kembali lagi menghadap laptop. Walau dalam kesibukan yang padat tersebut, tak membuatnya lantas menutup diri bagi orang lain. Tamu demi tamu yang datang ke ruang kerjanya tampak ditemuinya dengan penuh senyum semangat.

Khozanah Hidayati, nama lengkap perempuan itu, lahir di Tuban, 23 Mei 1969. Mbak Ana, nama akrabnya, sejak kecil terbiasa berbagi sesuatu dengan orang lain. “Dengan berbagi kebaikan kepada sesama sekecil apapun itu, entah mengapa selalu berhasil membuat saya menjadi semakin bersemangat menjalani laku hidup sehari-hari,” katanya, ketika ditemui reporter matahati di ruang kerjanya.

Dari sifatnya yang dermawan itu, membuatnya mudah dijumpai dalam kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat. Dari sifat sosial yang melekat itu pula, ia kemudian terpanggil untuk membuat sesuatu yang lebih besar bagi masyarakat, yakni membulatkan tekad untuk menjadi anggota parlemen.

Bulatan tekad itu terjadi pada tahun 2007. Mbak Ana memilih bergabung dengan organisasai DPC Pergerakan Perempuan Kembangkitan Bangsa (PPKB), yang sekarang berubah menjadi Perempuan Bangsa (PB) Kabupaten Tuban, organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketertarikan Mbak Ana bergabung dengan PPKB Tuban tersebut tidak terlepas dari kegiatan sosial yang kerap kali dilakukan. Ia menilai, PPKB Tuban menjadi tempat yang sangat tepat untuk menyalurkan kegemarannya berbagi dengan masyarakat. Terjun langsung ke desa-desa bersama sahabat-sahabat PPKB yang lain, menjadi agenda rutin di tengah-tengah kesibukannya.

“Kegiatan sosial seperti baksos, membagikan sembako, pendidikan dan pemberdayaan perempuan sudah menjadi jiwa saya. Bahkan baksos menjadi tempat untuk berlibur, karena bisa melihat senyum yang keluar dari warga yang kita bantu,” ungkap seorang ibu empat anak tersebut.

Kemudian, Mbak Ana di tahun 2008 masuk dalam kepengurusan PPKB Tuban. Ia terus tumbuh dan berkebang sebagai seorang pegiat bakti sosial di wilayah Kabupaten Tuban. Tak heran jika DPC PKB Tuban pun mulai tertarik dengan Mbak Ana dan meminta untuk mendaftar sebagai calon legislator dari PKB Tuban untuk pileg 2009.

“Saat DPC PKB Tuban membuka pendaftaran untuk calon anggota DPRD Tuban, saya diminta untuk mendaftarkan diri sebagai wakil dari perempuan,” katanya. Saat itu adalah kali pertama berlakukanya kuota 30 persen untuk anggota dewan perempuan.

Untuk menjadi seorang legislator bukanlah perkara yang mudah. Turun ke masyarakat dan membangun basis massa merupakan pekerjaaan yang berat baginya, terlebih lagi sebagai seorang perempuan, ibu rumah tangga yang memiliki empat orang anak.

Namun berkat aktivitasnya yang sudah cukup lama malang melintang dalam bakti sosial, menjadikannya mudah untuk menggalang basis massa. “Semua bukan karena kebetulan, namun sebelumnya perlu perjuangan. Dan juga berkat dukungan keluarga dan kehendak Allah, saya akhirnya terpilih menjadi legilator perempuan satu-satunya dari PKB yang mewakili perempuan di parlemen Tuban,” jelas Sekretaris Perempuan Bangsa Jawa Timur itu.

Semenjak menjadi legislator di DPRD Tuban tersebut, Mbak Ana meyakini bahwa dengan menjadi legislator mempermudah dirinya berbuat banyak untuk kepentingan masyarakat, sebagaimana yang menjadi jargon PKB, PKB membela rakyat. “Ketika saya bisa berbuat sesuatu untuk orang lain meskipun sedikit, di situlah tempat saya. Dan dengan berpolitik menjadikan saya lebih banyak berbuat baik untuk orang lain,” kata mantan legislator Tuban periode 2009-2014.

Karena itu juga, Mbak Ana terus melenggang ke Indrapura (kantor DPRD Jawa Timur) sebagai legislator dari dapil IX Jatim, Bojonegoro-Tuban di periode 2014-2019.

Pejuang Perempuan

DPRD Jawa Timur kini menjadi laboratorium baru Mbak Ana berjuang untuk kepentingan rakyat terutama untuk kepentingan kaum perempuan. Parlemen menjadi tempat yang paling strategis untuk memperjuangkan hak-hak dan kepentingan kaum perempuan melalui kebijakan, peraturan dan program pemberdayaaan perempuan. “Karena di parlemenlah kebijakan itu diformulasikan dan di situ saya bisa usul untuk memasukkan poin-poin untuk perlindungan, pemberdayaan dan pembangunan Jatim yang berbasis gender,” katanya.

“Dan keterlibatan perempuan di parlemen dalam sebuah formulasi, agenda setting sampai dengan adopsi kebijakan sangatlah dibutuhkan. Karena yang banyak tahu dan yang merasakan akan kebutuhan dan kepentingannya itu adalah perempuan. Meskipun juga banyak laki-laki yang mengerti kebutuhan perempuan dan banyak studi yang mempelajarinya. Namun, keterlibatan perempuan tetaplah penting,” jelas Mbak Ana.

Undang-udang No. 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 2006 tentang Penyelenggaraan dan Kerja Sama Pemulihan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga, menjadi salah satu contoh bentuk kebijakan yang melibatkan perempuan dalam proses formulasinya. “Perda Tuban Nomor 13 tahun 2013 tentang perlindungan perempuan dan anak. Perda Jawa timur No. 16 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan dan Perda Jatim No 2 tahun 2014 adalah bentuk dari kehadiran perempuan di Parlemen,” ujarnya.

Sebagai seorang legislator, Mbak Ana selalu berusaha menangkap setiap denyut perubahan di masyarakat, tidak terkecuali tren yang sedang berkembang saat ini. Menurut Mbak Ana, menjadi wakil rakyat zaman sekarang dengan sepuluh tahun lalu sudah sangat berbeda, terutama terkait dengan arus lalu lintas informasi dan komunikasi. Baik itu yang berasal dari dirinya kepada seluruh konstituennya maupun sebaliknya. “Dulu internet kan belum secepat dan secanggih sekarang. Demam smartphone juga belum mewabah seperti saat ini. Dulu pertukaran informasi dan cara komunikasi kita masih agak konvensional. Beda sekali dengan sekarang kan? Semuanya sudah serba digital. Dunia ini sedang bertransformasi dengan sangat cepat,” jelasnya.

Karena itu dirinya harus merespon perubahan tersebut juga dengan cepat. Sejak era penggunaan sosial media berkembang pesat di masyarakat, Mbak Ana juga turut aktif dalam menggunakan berbagai akun sosial media tersebut. “Saya harus aktif di sosmed (sosial media, -red), baik di Twitter, Facebook, dan sebagainya. Bukan untuk gaya-gayaan, atau sekedar ngeksis, tapi demi menunjang kinerja saya sebagai anggota legislatif. Sebab, lewat sosmed saya bisa mengabarkan dengan cepat hal-hal penting terkait dengan konstituen saya, begitu juga rakyat bisa dengan cepat menyampaikan aspirasi dan keluh kesahnya pada saya,” tuturnya.  

Di tengah kesibukannya sebagai seorang wakil rakyat, ia tak lantas melupakan kewajibannya sebagai seorang istri dan seorang ibu bagi anak-anaknya. Jika sedang di rumah, pekerjaan memasak di dapur adalah aktifitas rutin Mbak Ana.

“Urusan rasa, suami dan anak-anak saya itu kompak. Mereka suka sayur bayam dan oseng-oseng,” ujarnya, “dan satu lagi, yakni tahu dan tempe goreng. Itu menu wajib. Wah, kalau tidak ada tahu dan tempe, meja makan bisa seperti pasar,” lanjutnya sambil terkekeh.

Selain itu Mbak Ana melanjutkan, jika hari weekand tiba, berkumpul dan bermain, jalan-jalan dan bahkan hanya sekedar makan dengan anak-anak, harus dilaksankan. “Anak merupakan amanah dari Allah untuk kita jaga, untuk kita rawat sebaik-baiknya. Ada kalanya kita menasehatinya dengan sedikit tegas, ada waktunya kita mengajaknya liburan untuk bermain ke suatu tempat yang menghibur,” jelasnya.

Sebagai seorang legislator perwakilan dari perempuan, Mbak Ana mempunyai harapan yang sangat besar yaitu memenuhi hak dan kebutuhan perempuan melalui kebijakannya selama berada di parlemen. Ia juga berharap, kegiatan membantu masyarakat yang biasa dilakukannya bisa menjadi motivasi perempuan Jawa Timur. “Perempuan harus bergerak, perempuan harus terus berjuang menjadi bagian alternatif solusi dari berbagai masalah, khususnya berjuang untuk menjadikan kelaurga yang lebih baik,” pesannya.[fc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment