Perempuan Bangsa Jatim: Hari Ibu, Hari yang Istimewa Dibandingkan Hari Nasional Lainnya

By Kontributor 22 Des 2017, 08:15:44 WIBTokoh

Perempuan Bangsa Jatim: Hari Ibu, Hari yang Istimewa Dibandingkan Hari Nasional Lainnya

Keterangan Gambar : Ketua Perempuan Bangsa Jawa Timur, Anik Maslachah


Surabaya, matahationline.com – 22 Desember menjadi momen seseorang untuk menunjukkan kasih sayang dan cintanya kepada ibunya. Karena 22 Desember tersebut merupakan Hari Ibu, hari peringatan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia. Perempuan dan ibu Indonesia yang telah ikut berjuang merebut dan mempertahankan kemerderkaan Indonesia sampai saat ini.

Menanggapi adanya peringatan tersebut, Ketua Perempuan Bangsa Jawa Timur, Anik Maslachah memaknai Hari Ibu merupakan hari yang sangat istimewa dan berkesan bagi dirinya dibandingkan dengan hari peringatan nasional lainnya. Karena di tangan ibu, pendidikan seorang anak  penerus bangsa pertama kali dilakukan. “Pendidikan semua anak, di semua bangsa di dunia ini melalui sentuhan serorang ibu,” ungkap perempuan yang biasa disapa Mbak Anik tersebut ketika ditemui di kantor Perempuan Bangsa (PB) Jatim, Kamis (21/12/2017).

“Patut kiranya, hari ibu jadi momentum, diperingati dengan berbagai cara, minimal memberikan doa kepada ibu yang sudah melahirkan, membimbing dan mendidik. Sehingga kita bisa menjadi apapun, itu salah satu pendidikan utamanya adalah berawal dari pendidikan ibu,” imbuh anggota DPRD Jawa Timur dari dapil Surabaya-Sidoarjo itu.

Lebih lanjut, ia juga memberikan pendapat tentang keterlibatan perempuan zaman now dalam pembangunan. Menurutnya, tren keterlibatan perempuan dalam pembangunan di segala lini sangat baik sejak adanya Inpres No. 09 Tahun 2000 tentang Pengarustamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. Tren keterlibatan perempuan dalam segala bidang sosial, politik dan ekonomi tersebut mampu memberikan dampak yang positif.

“Partisipasi ibu atau perempuan dalam pembangunan mampu meminimalisir tindakan-tindakan yang mendiskreditkan seorang perempuan,” katanya.

Politisi PKB tersebut berpendapat, kondisi perempuan dengan sumber daya yang lemah dan kondisi ekonomi yang kurang mapan berpotensi perempuan tersebut untuk jadi korban kekerasan, baik dalam keluarga maupun di sosial lingkungannya. “Ketika perempuan tidak pintar, tidak bagus akan mudah untuk menjadi korban, untuk didiskriminasi karena ketidaktahuhnya itu,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap kepada pemerintah untuk bisa membuat kebijakan atau program yang bisa mengintervensi dalam peningkatan kapasitas sumber daya perempuan dan sensitif gender. Dengan itu, tindakan yang mengarah diskriminasi terhadap kaum perempuan bisa diminimalisir.[fc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment