Pemuda Indonesia dalam Bayang-Bayang Gerakan Radikal

By Kontributor 22 Nov 2019, 11:40:35 WIBPendidikan

Pemuda Indonesia dalam Bayang-Bayang Gerakan Radikal

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Lailatul Qodriyah


matahationline.com - Pemuda Indonesia utamanya golongan milenial kini berada dalam bayang-bayang gerakan radikal dan sparatis. Dimana gerakan tersebut sudah masuk di tengah-tengah kehidupan mereka. Sekolah, kampus dan juga media sosial yang saat ini jadi rujukan baru dalam mencari referensi sudah terkontaminasi dan menjadi ladang baru menyebarkan paham radikalisme.

Anggota DPRD Jawa Timur Lailatul Qodriyah menyampaikan bahwa gerakan radikal sudah masuk ke kampus-kampus negeri dan sekolah-sekolah tingkat SMA. Di kampus negeri, gerakannya pun sangat masif melalui modus kajian islam atau halaqoh. Selain modus kajian islam, kolompok radikal ini pun juga masuk ke SMA-SMA dengan menggunakan jalur ekstrakurikuler untuk menanamkan benih-benih radikalisme pada siswa.

“Hal ini perlu segera diambil tindakan, sebelum menjamur lebih luas. Dan anak-anak kita, pemuda Indonesia masuk dalam lingkaran gerakan radikal dan sparatis,” ungkap politisi dari dapil Jember-Lumajang itu, Jumat (22/11/2019).

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur itu mengaku bahwa dirinya bersama dengan Komisi A telah melakukan audiensi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur pada hari Kamis kemarin, (21/11/2019). Topik yang menjadi pembahasan adalah terkait dengan penanggulangan radikalisme dan terorisme. Radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme. Karena itu perlunya untuk mempelajari bagaimana lembaga binaan dalam menanggulangi napi teroris bisa kembali ke ideologi awal, pancasila.

Sementara itu, Kepala Kejati Jatim Mohamad Dofir menyampaikan ada beberapa pelaku tindak pidana terorisme keberadaannya sekarang ada di beberapa lapas di Jatim seperti di Tulungagung, Lapas Sidoarjo, Lumajang, Jember dan Lapas Porong. Napi teroris tersebut ada pembinaan khusus untuk merefresh pemikiran radikalnya.

“Ada kiranya kedepan tindakan terorisme dan radikalisme di Jatim berkurang. Kami apresiasi terkait dengan kunjungan kerja Komisi A yang telah mendalami bagaimana teknik dalam menanggulangi adanya radikalisme ini,” pungkasnya.[rc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment