Pelaku Bom Kampung Melayu Jaringan ISIS

By Kontributor 27 Mei 2017, 14:59:16 WIBKriminal

Pelaku Bom Kampung Melayu Jaringan ISIS

Keterangan Gambar : Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian.


JAKARTA, Matahati Online – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menggelar konferensi pers terkait hasil penyidikan teror bom Kampung Melayu. Menurut Tito, bahan peledak yang digunakan oleh pelaku bom tersebut merupakan ciri khas dari jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Bahan peledak yang digunakan, dikatakan Tito, adalah triacetone triperoxide (TATP) yang dimasukkan dalam panci presto (pressure cooker). Bahan ini mudah dibuat dengan cairan pembersih kuku dan tidak membutuhkan detonator.

“TATP ini adalah ciri khas dari kelompok ISIS. Serbuk ini gampang dibuat dengan menggunakan bahan dasar untuk membersihkan kuku. Ini sangat berbahaya, cukup panas, dan bisa meledak,” papar Tito seperti dikutip liputan6.com di Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur, Jumat 26 Mei 2017.

Tito menambahkan, TATP sering digunakan oleh kelompok ISIS di Indonesia dan juga pernah dicoba dalam aksi bom di Jawa Timur dan Mall Alam Sutera, Serpong, Banten.

Tito menjelaskan, dua bom yang diledakkan pelaku memiliki efek yang berbeda. Bom pertama diledakkan oleh Ichwan Nurul Salam. Efeknya kecil dan hanya bersifat untuk membuat orang berkerumun.

“Selang lima menit, meledak bom kedua yang jaraknya tidak jauh dari bom pertama pakai tas ransel, pelakunya Achmad Sukri Makanya ledakan kedua ini memunculkan efek bakar, efek getar, serta efek menghancurkan,” kata Tito.

Kedua bomber Kampung Melayu yang tewas di lokasi kejadian, merupakan sel Mudiriyah Jamaah Anshar Daulah (JAD) Bandung Raya, yang tergabung dalam jaringan ISIS dengan penghubungnya adalah Bahrun Naim.

“Ledakan kedua itu sudah dipersiapkan. Pakai ransel kemudian meledak. Makanya badannya hancur dan kepala lepas sampai ke dalam busway,” tukas Tito.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment