NU Menolak, Milad Fatimah Jalan Terus

By 07 Apr 2016, 14:33:41 WIBSosial Budaya

NU Menolak, Milad Fatimah Jalan Terus

Keterangan Gambar : Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Grujugan Ali Masur. (Foto: Dok. Pribadi)


Bondowoso — Meski banyak penolakan dari berbagai ormas Islam, Milad Sayyidah Fatimah Az- Zahra tetap digelar di Lapangan Kampung Arab Bondowoso, Jawa Timur, Rabu malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Sebanyak 1.650 personel Polri dari berbagai satuan disiagakan untuk mengamankan kegiatan tersebut.

 

Pengerahan aparat keamanan dari beberapa kabupaten terdekat tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya bentrok fisik antara jamaah yang menggelar Milad Fatimah dengan para penentangnya yang juga berkumpul di Masjid At-Taqwa Bondowoso dalam sebuah acara pengajian umum.

 

"Selain Polres Bondowoso, Polres Jember, Probolinggo dan Situbondo juga diperbantukan ke sini untuk pengamanan. Jumlah keseluruhan kurang lebih 1.050 personel, termasuk TNI,” kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Bondowoso Kompol Hermanto di Bondowoso.

 

Hermanto memaparkan seribu lebih polisi dikerahkan agar tidak ada ketegangan antara kaum Syiah dengan kelompok yang tidak setuju dengan kegiatan di Kelurahan Kademangan, Kota Bondowoso. Selain personel polisi umum dari beberapa polres di wilayah Tapal Kuda, kata dia, untuk pengamanan itu juga melibatkan Satuan Brigade Mobil (Brimob).

 

Sementara itu, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Grujugan Ali Masur mengatakan, tetap menolak perkembangan Syi’ah di Bondowoso, karena khawatir akan memecah belah umat Islam dan menimbulkan konflik horizontal di Bondowoso.

 

"Yang terjadi di Kabupaten lain sudah cukup menjadi bukti bahwa kegiatan-kegiatan Syi'ah meresahkan masyarakat, mengganggu kondusifitas masyarakat, tidak terkecuali di Bondowoso. Sebab itu, kami dari MWC NU Grujugan menolak kegiatan tersebut," ujar Mansur.

 

Untuk menjaga kondisifitas tersebut, lanjut Mansur, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso harus bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang berpotensi menimbulkan konflik, dan aparat keamanan harus mampu mengantisipasi timbulnya konflik masyarakat. "Polisi harus tegas melarang kegiatan sejenis, untuk menjaga kondusifitas Bondowoso," pungkasnya. [hw]


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment