Nasi Tempong Jadi Menu Sarapan Puti Soekarno di Banyuwangi

By Kontributor 27 Jan 2018, 13:28:35 WIBPolitik

Nasi Tempong Jadi Menu Sarapan Puti Soekarno di Banyuwangi

Keterangan Gambar : Tampak Puti Soekarno saat membeli nasi tempong di Pasar Blambangan Banyuwangi


Surabaya, matahationline.com – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Soekarno pagi tadi, Sabtu (27/01/2018) berkunjung ke Pasar Blambangan Banyuwangi. Dalam kunjungannya tesebut, perempuan yang biasa disapa Mbak Puti itu sarapan nasi tempong, makanan khas Banyuwangi.

“Sarapan apa ya di Banyuwangi? Nasi tempong dong... juara benget sambelnya, mata langsung melek. Makan disalah satu warung di Pasar Blambangan. Makan, sekarang sudah bukan lagi sekedar mengisi perut kenyang. Tapi sambil makan kita bisa gali banyak cerita. Makanan juga bisa menjadi identitas suatu daerah. Tinggal pandai-pandai mengemasnya. Karena makanan akan selalu dicari, jadi kita tidak boleh lelah berinovasi,” uangkap Pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilgub Jatim tersebut melalui akun instagramnya @puti_soekarno

Kunjungan Cagub Jatim yang diusung oleh PKB, PDIP, Gerindra dan PKS tersebut tampak disambut hangat oleh pedagang pasar dan warga yang sedang berbelanja. Tampak bergantian foto bersama dengan cucu Bung Karno itu. Mbak Puti mendapat banyak informasi mulai dari stabilitas harga, kesediaan pangan, terobosan penjualan produk pengrajin yang ada di pasar hingga pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan.

"Tadi Mbak Noer (pedagang) menyampaikan, hasil jualannya lumayan untuk kebutuhan keluarga, seperti bisa untuk membiayai sekolah anak-anaknya dan kebutuhan lainnya," katanya.

Berkunjung ke pasar menurut Mbak Puti menjadi salah satu cara untuk mengenal warga Jawa Timur, khususnya Banyuwangi. Karena di pasar menjadi tempat interaksi yang paling sempurna. “Mulai dari dari bercerita tentang keluarga, mengulik gosip politik, berbagai resep makanan, semua terjadi penuh harmoni. Pedagang dan pembeli berinteraksi dengan indah dan saling kenal,” ujarnya.

“Saya dan Gus Ipul bersepakat, pasar tradisional tidak boleh mati. Pasar tradisional harus dirawat, dilestarikan. Para pedagang diberikan insentif, agar semangat, ikut berkembang ikuti zaman,” sambungnya.[tc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment