Mengenal Lebih Dekat Sosok Hj Aisyah Hamid Baidlowi, Adik Gus Dur di Mata Gus Ipul

By Kontributor 09 Mar 2018, 15:25:56 WIBTokoh

Mengenal Lebih Dekat Sosok Hj Aisyah Hamid Baidlowi, Adik Gus Dur di Mata Gus Ipul

Keterangan Gambar : Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim


Jombang, matahationline.com – Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim Adik Kandung dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah wafat di usia 78 tahun. Nyai Aisyah merupakan salah satu tokoh perempuan yang banyak menginspirasi kaum perempuan pada zamannya, utamanya di tahun 90-an. Sosok perempuan sederhana yang terlahir dari keluarga pesantren tersebut ternyata seorang tokoh yang senang dan hobi silaturahmi. Hal itu disampaikan oleh keponakannya Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Ketika ditemui saat proses pemakaman Almarhumah Nyai Aisyah, Jumat (9/3/3028), Gus menceritakan bagaimana sosok dari Hadratusy Syaikh KH.Hasyim Asy'ari. Nyai Aisyah adalah tokoh perempuan yang juga pernah menjadi Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Periode tahun 1995-2000 yang gemar dalam bersilaturahmi ke berbagai tokoh di Indonesia. Tokoh-tokoh yang dikunjungi tidak hanya tokoh agama islam apa lagi NU, namun di luar itu, tokoh lintas agama, entah itu kristen, hindu, budha dan lainnya.

“Beliau ahli silaturrohim dibimbing langsung oleh ibunya, ibu sholeha wahid hasyim yang mana hari-harinya adalah menjadi bagian dari silaturrohim, ke ulama, tokoh-tokoh agama, ke sesama penggerak kaum perempuan,” ungkap Cagub Jawa Timur yang diusung oleh PKB Itu.

Kehadiran sosok Nyai Aisyah di tengah-tengah masyarakat nyatanya dapat membawa perubahan. Ia menjadi tokoh perempun yang bisa ditema oleh semua kalangan dan diberbagai organiasasi perempuan. Kiprah dan perjuangan tampak nyata saat ia menjaji anggota DPR RI dan berjuang dalam pembentukan undang-undang kesetaraan gender.

“Jadi beliau menginspirasi yang diteruskan oleh pejaung-pejuang kaum perempuan hari ini,” katanya.

Hal-hal yang kelihatan kecil namun begitu besar dampaknya terhadap kehidupan masyarakat itu, kemudian membuat Gus Ipul kagum dengan sosok Nyai Aisyah, Buk Leknya itu. “Itulah yang istimewa dari beliau, lebih-lebih pada waktu itu tidak semudah sekarang kondisinya. Waktu itu situasinya sulit, tidak seleluasa sekarang ini. Beliau ikut berjuang,” imbuhnya.

“Kalau toh sekarang kaum perempuan memperoleh kesempatan yang lebih besar, itu juga karena jasa beliau pada saat beliau aktif saat memperjuangkan kesetaraan gender,”

Kini Nyai Aisyah telah berpulang, tinggal kenangan dan semangatnya yang menjadi inspirasi banyak orang. “Kita kehilangan, kita berduka ,mudah-mudahan lebih banyak lagi nanti kaum perempuan Indonesia yang seperti almarhumah,” ungkap Gus Ipul sambil berdoa untuk Nyai Aisyah.[TC]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment