Kuasa Hukum KH. Said Aqil Siroj Laporkan Harian Bangsa dan Bangsaonline.com

By 17 Jan 2017, 21:42:40 WIBHukum

Kuasa Hukum KH. Said Aqil Siroj Laporkan Harian Bangsa dan Bangsaonline.com

Keterangan Gambar : Ketum PBNU Said Aqil Siroj. Foto: NU.or.id


JAKARTA, Matahati Online – Berbagai berita hoax dan fitnah yang mendera Ketum PBNU KH. Said Aqil Siroj membuat jajaran Pengurus NU tidak bisa tinggal diam. Beredar sebuah pesan broadcast yang berisi laporan dan pengaduan kepada Dewan Pers Republik Indonesia, Selasa (17/1/2017).

Surat yang ditanda tangani Robikin Emhas, SH., MH., Andi Najmi Fuadi, SH., Royandi Haikal, SH., MH., Syamsudin Slawat Pesilette, SH., Abdul Rozak, SH., dan Dedy Cahyadi, SH. selaku Advokat dan Konsultan Hukum pada Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) itu mengajukann laporan dan pengaduan atas Pemberitaan Harian Bangsa dan bangsaonline.com.

Pada taggal 1 Agustus 2015 Harian Bangsa dan bangsaonline.com memberitakan keterlibatan KH. Said Aqil Siroj dalam penjualan tanah untuk gedung Seminari di Malang. Berita ini didasarkan pada wawancara dengan narasumber yang bernama Subaryo, SH, Ketua Forum Independen Masyarakat Malang (FIMM). Pemuatan berita tersebut di atas dilakukan tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi, klarifikasi  atau cross check terhadap KH. Said Aqil Siroj.

Pada tanggal 23 Juli 2016 Subaryo, SH membuat surat bantahan yang menyatakan ia tidak pernah membuat statement tersebut dan tidak pernah diwawancarai oleh Harin Bangsa maupun bangsaonline.com.

Pada tanggal 26 Desember 2016 bangsaonline.com dan Harian Bangsa tanggal 27 Desember 2016 menurunkan berita bahwa Keluarga Korban Penjualan Tanah tersebut merasa ditipu oleh KH. Said Aqil Siroj, dengan narasumber KH. Lutfi Abdul Hadi. Salah satu pernyataan narasumber yang dikutip adalah bahwa Said Aqil Kejam. Pemuatan berita ini pun tanpa ada konfirmasi dan cross check kepada KH. Said Aqil Siroj.

Pada tanggal 29 Desember 2016 terdapat klarifikasi yang dilakukan oleh Pembeli tanah yang bersangkutan, H. Denny Syaifullah, sebagaimana tertuang dalam Surat Pernyataan bertanggal 29 Desember 2016 yang menyatakan bahwa KH. Said Aqil Siroj tidak ada kaitan dengan proses jual beli tanah dimaksud.

Pada tanggal 13 Januari 2017 HM. Lutfi Abdul Hadi yang merupakan narasumber pemberitaan Harian Bangsa dan Bangsaonline.com dan Dr. H. Imam Muslimin, M.Ag membuat pernyataan tertulis yang menyatakan bahwa apa yang disampaikan mengenai KH. Said Aqil Siroj adalah berdasarkan testimony yang tidak benar.

Terkait dengan pemberitaan Harian Bangsa dan bangsaonline.com terhadap KH. Said Aqil Siroj, sejak awal kemunculan berita, yaitu pada tanggal 1 Agustus 2015, tidak pernah dilakukan klarifikasi kepada KH. Said Aqil Siroj.

Sumber berita Harian Bangsa dan bangsaonline.com bukan merupakan sumber primer, karena bukan pembeli dan penjual tanah yang dijadikan narasumber, namun orang lain yang tidak ada kaitan langsung dengan proses jual beli tanah.

Tindakan Harian Bangsa dan bangsaonline.com jelas-jelas menyalahi prinsip-prinsip jurnalistik. Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik menegaskan bahwa Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Pemberitaan Harian Bangsa dan bangsaonline.com tentang KH. Said Aqil Siroj dilakukan tanpa pengujian, tidak ada proses check and recheck tentang kebenaran informasi. Harian Bangsa dan bangsaonline.com tidak menelusuri berita sampai ke sumber primer, yaitu penjual dan pembeli tanah. Klarifikasi yang dilakukan oleh Subaryo, SH, Penjual dan Pembeli tanah menunjukan bahwa berita-berita tersebut tidak diuji terlebih dahulu sebelum dimuat menjadi berita.

Dengan adanya klarifikasi oleh Subaryo, SH. dan Pembeli tanah (H. Denny Syaifullah) yang pada pokoknya membantah kebenaran pemberitaan Harian Bangsa dan bangsaonline.com, serta pernyataan HM. Lutfi Abdul Hadi maupun Dr. H. Imam Muslimin, maka pemberitaan Harian Bangsa dan bangsaonline.com dapat dikualifikasi sebagai berita bohong dan fitnah. Hal mana bertentangan dengan ketentuan Pasal 4 Kode Etik Jurnalistik dimana Wartawan Indonesia dilarang membuat berita bohong dan fitnah.

Selain itu, pemberitaan yang dilakukan oleh Harian bangsa dan bangsaonline.com terhadap KH. Said Aqil Siroj sesungguhnya bertentangan dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik yang menegaskan bahwa Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Pemberitaan oleh Harian Bangsa dan bangsaonline.com  terhadap KH. Said Aqil Siroj dilakukan secara tidak akurat, tidak obyektif, tidak berimbang dan merugikan KH. Said Aqil Siroj, membuktikan adanya itikad buruk dengan sengaja menimbulkan kerugian di Pihak KH. Said Aqil Siroj.

Berdasarkan paparan itu, Kuasa Hukum KH. Said Aqil Siroj, meminta Dewan Pers untuk memeriksa aduan atau laporan tersebut dan menyatakan Harian Bangsa dan bangsaonline.com telah melanggar kode etik jurnalistik. [an]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment