Komentar Luhut Pandjaitan Setelah Diancam Freeport

By fandra 21 Feb 2017, 14:53:05 WIBEkonomi

Komentar Luhut Pandjaitan Setelah Diancam Freeport

Keterangan Gambar : Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.( foto: kata data)


Jakarta, matahationline.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tampak santai ketika mendapat ancaman dari Chief Executive Officer Freeport-McMoran Richard Adkerson atas deadlocknya kesepatkaan antara PT. Freeport Indonesia dengan Pemerintah Indonesia.

Reichard dalam konferensi persnya di Hotel Fairmont mengatakan, pihaknya memberikan waktu 120 kepada Pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan perbedaan pendapat dalam kontrak karya freeport. Reichard berencana untuk membawa permasalahan tersebut ke abritase internasional, jika pihaknya masih di rugikan.

Mendengar penyataaan tersebut, Menteri Luhut lantas tak gusar, bahkan dirinya menyambut dengan bagus jika benar permasalahan tersebut dibawa ke lembaga abritase internasional. "Bagus dong kalau arbitrase. Biar ada kepastian (hukum). Kita kan gini, kan semua aturan ketentuan sudah kita berikan. Nggak boleh dong kita didikte," ungkapnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Selasa (21/2 2017)

Luhut berpendapat, Freeport Indonesia telah melakukan beberapa pelanggaran dalam kontrak kerja karena tidak memenuhi kewajibannya sebagai perusahaan. Di dalam kontrak, semestinya mereka telah membangun smelster dan melakukan divestasi saham sebesar 51 persen di tahun 2009. "Kan dia harusnya divestasi 51 persen 2009, dia harus bangun smelter, tapi dia kan nggak lakukan," ujarnya.

Ia memprediksi, jika abritase internasional benar-benar dilakukan oleh pihak Freeport Indonesia, maka perpanjangan kontrak bosa benar-benar berakhir pada tahun 2021. "Ya dong (ditentukan dari arbitrase). Dia minta gitu ya sudah. Tergantung, kalau nanti dia arbitrase, selesai 2021," ucapnya.

Ruhut menuturkan, Pemerintah Indonesia sudah siap untuk menghadapi gugatan abritase internasional dari freeport. Hal tersebut atas pertimbangan kontrak kerja yang akan mencapai 50 tahun di tahun 2021. Dengan demikian, Indonesia bisa memiliki kesempatan untuk menguasai tambang emas terbaik sedunia tersebut "Masak Indonesia nggak boleh jadi mayoritas. Nggak mau kita didikte. Kita cukup bagus, dan mau business to business. Nggak ada urusan dengan negara, dia private sector kok," terangnya.[fc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. bestessays-writer.com 28 Mei 2018, 23:10:20 WIB

    Fandra is showing a interview of this guy. Who is heaving a lot of importance of these people who are standing around him. Some of them are here for his protection and some of them are here to saw him because they want to saw him live.

View all comments

Write a comment