Kirab Satu Negeri GP Ansor Berakhir di Pesantren Al Munawwir Krapyak

By Kontributor 27 Okt 2018, 12:35:47 WIBSosial Budaya

Kirab Satu Negeri GP Ansor Berakhir di Pesantren Al Munawwir  Krapyak

Keterangan Gambar : Sambutan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dalam puncak kirab satu negeri di Ponpes Al Munawwir Krapyak


Yogyakarta, matahationline.com - Kirab Satu Negeri yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Ansor berakhir di Yogyakarta, Jum`at, 26 Oktober 2018. Rombongan kirab mengakhiri perjalanan di Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta.

Di acara penutupan, sebanyak 85 bendera Merah Putih dari lima zona tersebut dikirab oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di halaman Ponpes. Selanjutnya, bendera diserahkan kembali kepada ketua umum PP GP Ansor TYaqut Cholil Qoumas.

Penyerahan pataka Merah Putih disaksikan langsung oleh KH.R.Nadjib Abdul Qodir, KH.R.Haedar Muhaimin, KH.Dr.Hilmi Muhammad, Habib Hilal Al Aidid, KH.Dr.Habib A Syakur, KH.Yasin Nawawi, Sekjen PP GP Ansor Abdul Rochman, Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni, para pengurus pusat GP Ansor, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor se Indonesia dan beberapa cabang Ansor di DIY dan Jawa Tengah, serta para santri Ponpes.

Dalam pidatonya, pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu mengungkapkan kebanggaanya dengan para Banser di seluruh Indonesia. Tak lupa, ia mengajak para anggota Banser untuk tunduk dan taat pada Kiai serta para ulama.

"Selama yang memerintahkan para Kiai dan Ulama, kita tidak boleh surut selangkah pun," kata Gus Yaqut.

Ia menegaskan, Ansor dan Banser akan tetap tegak berdiri menjaga para Kiai, negara, dan keutuhan NKRI."Hari ini tunai sudah dalam membawa Merah Putih ke seluruh penjuru Nusantara mulai dari Sabang smpai Merauke, dari Pulau Miangas ke Pulau Rote hingga Nunukan," ucapnya.

Perjalanan kirab selama 40 hari, lanjutnya, tidak mudah untuk membawa panji-panji Merah Putih. Banyak tantangan, hambatan dan rintangan yang terjadi.

"Dan akhirnya saat ini kita bertemu di Pondok Pesantren yang melahirkan orang-orang besar yang memiliki sejarah berdiri tegaknya negeri ini," terang Gus Yaqut.

Terakhir, Gus Yaqut juga menyatakan bahwa bendera Merah Putih merupakan satu-satunya bendera yang boleh berdiri tegak di Indonesia. Merah Putih telah memberikan bukti bisa menaungi segala perbedaan dan keberagaman pada bangsa ini.

"Karena perbedaan, keragaman dan kebhinnekaan adalah keniscayaan bagi Indonesia. Tidak boleh ada bendera selain Merah Putih yang berdiri tegak di negeri ini," pungkasnya. 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment