Ketua Komisi B Dukung Program Kawasan Ekonomi Khusus Madura

By Kontributor 15 Okt 2019, 11:19:19 WIBEkonomi

Ketua Komisi B Dukung Program Kawasan Ekonomi Khusus Madura

Keterangan Gambar : Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Aliyadi Mustofa bersama Gubernur Jatim Khofifah dalam acara Hari Jadi ke-74 Jatim


Surabaya, matahationline.com – Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Aliyadi Mustofa siap untuk mendukung program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura yang diwacanakan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dukungan tersebut tidak lepas dari semangat memberikan perhatian khusus pada daerah Madura yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang lamban dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur.

“Tentu sebagai orang Madura, saya siap mengawal serta terus bersinergi dengan pemerintah dalam merealisasikan rencana yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian di Madura yang selama ini masih tertinggal,” ungkap Aliyadi.

Politisi PKB dari Dapil Madura itu menilai bahwa wacana program yang dilontarkan Khofifah sudah sejalan dengan rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menginginkan Mudara sebagai kawasan ekonomi khusus.

Program Provinsi Jawa Timur tersebut menurut Aliyadi harus mendapatkan dukungan dari berbagai stakeholder, diantaranya adalah dukungan dari empat pemerintah kabupaten yang ada di Pulau Garam itu, serta tak kalah penting adalah dukungan dari masyarakat setempat. Sambil lalu, dirinya di komisi B dan di fraksi PKB menyiapkan regulasi yang mendukung proses pembangunan ekonomi baru di Madura.

“Kebijakan ini tidak bisa dilakukan oleh Pemprov Jatim sendiri. Artinya harus tetap bersinergi dengan empat kepala daerah yang ada di pulau Madura, terkait dari sisi regulasi,  DPRD Jatim akan mendorong terbentuknya peraturan daerah yang berkaitan dengan kebijakan yang ada di Madura,” katanya.

Saat ini kata Aliyadi, Gubernur Jatim telah merancang pembentukan KEK Syariah serta Indonesia Islamic Science Park (IISP) di Madura. Seiring proses perancangan terserbut, Aliyadi tidak lupa mengingatkan pemprov dan pemda setempat untuk juga menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) nya dari Madura. SDM menjadi salah kunci dari proses pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development).

Untuk membangun IISP tersebut, Khofifah mengatakan butuh lahan seluas 101 hektare. Lahan tersebut akan digunakan 20 persen untuk edukasi, 30 persen untuk seni, dan 50 persen untuk wisata. Prototipe IISP di antaranya Islamic Museum dan perpustakaan. Desainnya akan dibuat ramah milenial dan serba digital. Bangunan museum IISP nantinya akan berbentuk piramida dengan format kearifan lokal.[ct]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment