Ketua DPRD Jatim Diskusi Bersama Mahasiswa Mojokerto Tangkal Hoax dalam Pemilu

By Kontributor 23 Mar 2019, 14:18:30 WIBPolitik

Ketua DPRD Jatim Diskusi Bersama Mahasiswa Mojokerto Tangkal Hoax dalam Pemilu

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Jawa Timur, Pak Halim saat menyampaikan materi dalam diskusi bersama mahasiswa


Mojokerto, matahationline.com – Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar diskusi bersama mahasiswa di Kampus Institut Agama Islam Uluwiyah Kabupaten Mojokerto, Sabtu (23/2/2019). Dalam diskusi yang berlangsung sederhana tersebut membahas seputar hoax yang terus menghantui masyarakat menjelang pemilu 17 April mendatang.

Dihadapan ratusan mahasiswa, pria yang biasa disapa Pak Halim itu menggambarkan bagaimana isu-isu sosial, agama, ekonomi dan politik dibalut dengan hoax berbau propaganda. Sehingga  pembaca atau penerima informasi mudah terbawa isu yang disampaikan.

Untuk itu, kata Pak Halim, mahasiswa sebagai generasi milenial harus kaya akan literasi. Sehingga tidak mudah termakan dengan isu hoax yang tersebar lewat jejaring media sosial, seperti facebook, instagram, twitter dan whatsApp.

“Mahasiswa itu kan biasa dengan buku dan harus membiasakan membaca buku, memperkaya literasi. Sehingga tidak mudah terpengaruh dengan hoax. Karena dengan kaya akan literasi tentu dengan sendirinya bisa tahu mana hoax mana yang bukan,” ungkap Ketua DPW PKB Jawa Timur itu.

Selain itu, Pak Halim juga membagikan tips bagaimana menangkal hoax. Diantaranya adalah dengan cara memastikan kredibilitas sumber dari informasi tersebut. Seperti berita. Informasi berupa berita tentu sumbernya harus jelas atau melalui media-media mainstream yang memiliki legalitas dalam pemberitaan. Kedua kata Pak Halim, hindari judul-dujul provokatif. Karena hoax lebih dekat dengan judul provokatif yang memancing emosi pembaca. “Harus pastikan, sumber dan kredibitas dari penulis dan portal beritanya,” katanya.

Ia meminta mahasiswa untuk tidak mudah membagikan informasi atau konten-konten yang belum pasti kebenaranya. Untuk itu perlu dilakukan saring sebelum sharing informasi sebelum dibagikan kepada orang lain. “Saring sebelum sharing, seperti judul dari bukunya Nadirsyah Hosen,” terangnya.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment