Ketua Ansor Sumenep Merasa Sangat Istimewa Dihadiri Pak Halim

By 29 Apr 2016, 15:09:55 WIBPolitik

Ketua Ansor Sumenep Merasa Sangat Istimewa Dihadiri Pak Halim

Keterangan Gambar : Bupati Sumenep A. Busyro Karim (kiri), Pak Halim (tengah), dan Ketua Anshor Sumenep M. Muhri (kanan). (Foto: Multazam Dzikri)


Sumenep, Matahationline Gerakan Pemuda Ansor Sumenep memperingati Harlah yang ke-82 di Gedung Wicaksana Abdi Negara, Sumenep, Kamis (28/04/2016). Turut hadir Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar, Bupati Sumenep A. Busyro Karim, Ketua PC NU Sumenep KH. Panji Taufiq dan sejumlah sesepuh NU Sumenep.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Muhamad Muhri dalam sambutannya mengatakan peringatan Harlah Ansor kali ini sangat istemewa dengan hadirnya Pak Halim. Ia memeberikan kesan bahwa Pak Halim merupakan tokoh yang rendah hati dan tidak sombong.

“Terutama kepada kaum pemuda. Pak Halim ini sangat pengertian dan mau mendengar suara pemuda. Kami beberapa kali didampingi dalam pemberdayaan pemuda. Saya pikir, yang ada di pikiran beliau hanya satu, yakni ingin generasi mendatang bisa berpikiran maju, semakin cerdas dalam menghadapi tantangan zaman,” kata Muhri.

Muhri menambahkan, saat ini tidak mudah menemukan sosok seperti Pak Halim. “Kalau melakukan sesuatu, orang sering bertanya akan dapat apa, dapat uang berapa. Nah, Pak Halim ini melakukan itu semua dengan ikhlis, tanpa pamrih. Ini pemimpin yang sangat menginspirasi,” tambahnya.

Sementara itu Pak Halim sendiri dalam sambutannya menyampaikan gerakan Ansor harus terus digalakkan guna tantangan jaman saat ini sama sekali tidak mudah. Ia juga berkomitmen tidak akan pernah mendampingi mendampingi pemuda Jawa Timur, khususnya Ansor.

“Saat saya masih muda, perhatian pemerintah kepada kami sangat kecil sekali. Kami dipinggirkan, tidak mendapat peran yang signifikan. Oleh sebeb itu, berkaca dari masa lalu, saya pikir cukup masa muda saya saja yang tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Sekarang saatnya pemuda jaya, pemuda berperan maksimal untuk menwujudkan perubahan. Syaratnya hanya satu: bergotong royong,” jelas Pak Halim. [hw]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment