Kemenhub Akan Aktifkan Kembali Rel Kereta Peninggalan Belanda

By fandra 16 Mei 2017, 10:39:03 WIBEkonomi

Kemenhub Akan Aktifkan Kembali Rel Kereta Peninggalan Belanda

Keterangan Gambar : ilustrasi rel kereta api yang ada di wilayah Madura


Jakarta, matahationline.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mengaktifkan kembali (reaktivasi) seluruh rel kereta api peninggalan Belanda di Pulau Jawa dan Madura yang saat ini mati. Reaktivasi akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan tingkat mobilitas barang dan jasa di masing-masing wilayah yang tersambung real tersebut.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Prasetyo Boeditjahjono mengatakan,  total panjang rel mati di Pulau Jawa dan Madura saat ini mencapai 1.600 kilometer (km) lebih. Dari panjang rel tersebut, pemerintah membutuhkan waktu sampai dengan 2030 untuk melakukan reaktivasi.

Reaktivasi rel yang tersebar ke beberapa daerah di Jawa dan Madura tersebut akan dilakukan skala prioritas. Prioritas utama, yakni jalur Padalarang-Cianjur, Tawang-Tanjung Emas, Semarang Kedungjati-Tuntang, kemudian dalam waktu dekat dilanjutkan dengan Rangkasbitung-Labuan. 

"Sebenarnya semuanya itu prioritas, artinya karena yang belum diaktifkan kembali itu bagus semuanya. Contoh yang konkret reaktivasi Stasiun Tawang Semarang ke Pelabuhan Tanjung Emas ini cuma 3 kilometer," jelas Prasetyo dilansir detik.com, Selasa (16/5/2017).

Selain itu, Kemenhub juga memprioritaskan reaktivasi jalur-jalur kereta yang menghubungkan langsung ke pelabuhan seperti Tanjung Perak, Tanjung Emas, dan Tanjung Priok. "Jawa banyak Rangkasbitung-Labuan, itu termasuk kan pelabuhan ikan itu Labuan. Coba bayangkan, dari kereta api jalur lintas Utara Jawa ke Tanjung Priok sudah nyambung, ke Tanjung Perak Surabaya juga sudah nyambung, bagaimana kalau Semarang sudah nyambung. Ada lagi nanti ke (Pelabuhan) Cirebon, tanahnya sudah beralih fungsi, karena sudah terlalu lama tidak diaktifkan," jelas Prasetyo.

Berikut rel-rel mati di Pulau Jawa yang direncanakan direaktivasi:
1. Jawa Barat dan Banten sepanjang 410 km

  • Rangkasbitung-Labuan: 56 km
  • Saketi-Bayah: 96 km
  • Indramayu-Jatibarang: 19 km
  • Cirebon-Kadipaten: 47 km
  • Bandung-Soreang: 30 km
  • Cibatu-Cikajang: 54 km
  • Banjar-Cijulang: 83 km
  • Rancaekek-Tanjung Sari: 25 km
  •  

2. Jawa Tengah sepanjang 585 km

  • Semarang-Lasem: 122 km
  • Purwokerto-Wonosobo: 92 km
  • Demak-Blora: 100 km
  • Yogyakarta-Kedungjati: 120 km
  • Secang-Panarakan: 28 km
  • Kudus-Bakalan: 22 km
  • Juana-Tayu: 27 km
  • Rembang-Cepu: 74 km

3. Jawa Timur sepanjang 615 km

  • Madiun-Slahung: 62 km
  • Lasem-Bojonegoro: 83 km
  • Tuban-Jombang: 111 km
  • Sidoarjo-Tarik: 22 km
  • Rogojambi-Srono: 13 km
  • Mojokerto-Bangil: 102 km
  • Lumajang-Rambipuji: 60 km
  • Klakah-Pasirian: 36 km
  • Kamal-Pamekasan: 113 km
  • Bangkalan-Telang: 13 km. [detik/fc]

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment