Jusuf Kalla Tidak Ingin Terjebak Masa Lalu

By 29 Apr 2016, 18:10:11 WIBEkonomi

Jusuf Kalla Tidak Ingin Terjebak Masa Lalu

Keterangan Gambar : Muhammad Jusuf Kalla (Foto:Maikel/dtk)


Jakarta, matahationline.com Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla mengatakan tidak ingin kembali terjebak masa lalu terkait utang RI. Pemerintah akan terus menjaga perkonomian Indonesia agar tetap berada di jalur aman. Hal tersebut disampaikan dalam acara kongres The Financial Market Association di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Menurut JK, utang merupakan bagian yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pemerintah. Seperti yang diketahui, Indonesia mempunyai pengalaman buruk  tahun 1998 akibat dari utang luar negeri yang sangat tinggi. Peristiwa tersebut mempunyai dampak yang sangat besar sampai saat ini. Maka dari itu, “Indonesia tidak akan terjebak pada kesalahan masa lalu dengan utang yang tinggi,” sambung JK.

Pada tahun 2015, pemerintah berhasil menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada di level 2,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Langkah tersebut menurut JK, merupakan langkah yang tepat untuk menjaga potensi negara untuk gagal membayar hutang. Karena batas maksimal berdasarkan peraturan sebesar 3 persen.

“Indonesia selalu menjaga agar tidak terjebak dalam defisit yang terlalu tinggi. Berbeda dengan banyak negara. Defisit diatur UU tidak boleh lebih 3% dari GDP. Tahun lalu  beradu di level 2,5%,”  paparnya.

Utang Pemerintah Indonesia pada bulan Februari 2016 mencapai Rp 3.196,61 triliun. Angkat tersebut terus bergerak dan merangkak naik mencapai Rp 3.271,82 triliun di akhir bulan Maret, atau naik sebersar Rp 75,21 triliun dalam sebulan.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, pemerintah dengan kebijakannya akan terus mengupayakan pertumbuhan ekonomi. Sampai saat ini, beberapa paket kebijakan telah dikeluarkan dan diharapkan pengusaha dan inverstor akan kembali rajin menanamkan modalnya. “Maka untuk itu, Indonesia harus menjaga stabilitasnya agar tercapai situasi yang lebih baik,” pungkas JK.[cf]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment