Isu Ekonomi Global Jadi Perhatian Pak Halim dalam Musrenbang

By 13 Apr 2016, 16:29:28 WIBPemerintahan

Isu Ekonomi Global Jadi Perhatian Pak Halim dalam Musrenbang

Keterangan Gambar : Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan Jawa Timur di Grand City Surabaya, Rabu (13/04/2016). (Foto: Candra Fandra)


Surabaya - Isu ekonomi global menjadi perhatian Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Mesrenbang) untuk menyusun Rencana Kerja Pembangunan Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 di Grand City Surabaya, Rabu (13/04/2016).

Musrenbang tersebut dipimpin langsung Gubenur Jawa Timur Soekarwo dan dihadiri oleh Wakil Gubenur Jatim Syaifullah Yusuf, perwakilan dari Kementerian Ekonomi, perwakilan Kementerian PPN, kepala daerah se-Jawa Timur, pimpinan DPRD Jatim, Forpimda Jawa Timur, SKPD, Kepala Bappeda Jawa Tengah dan Bali, perwakilan BUMN dan BUMD, Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Jatim, Perwakilan BEM  dan Rektor Perguruan Tinggi, LSM, serta stakeholders di Jawa Timur.

Dalam paparannya, pria yang akrab disapa Pak Halim ini menyampaikan bahwa, masyarakat Ekonomi Asean (MEA) harus menjadi perhatian khusus pemerintah Provinsi. Karena pasar MEA saat ini 40 persen berada di Indonesia. “Pemprov Jatim harus mengambil bagian dari pasar Asean ini,” ungkap Pak Halim.

Menurut Pak Halim, Indonesia khususnya Jawa Timur saat ini belum sepenuhnya siap untuk menghadapi MEA. Hal tersebut didasarkan pada kemampuan daya saing produk dalam negeri yang masih lemah. “Ada beberapa penyebab daya saing produk kita lemah. Diantaranya, kualitas produk itu sendiri dan tingginya biaya pendistribusian produk,” sambung Pak Halim.

Pak Halim juga menyampaikan pentingnya sertisifikasi tenaga kerja Indonesia. Sertifikasi profesional dibutuhkan dalam bersaing disektor jasa penyediaan tenaga kerja. Untuk Indonesia, sertifikasi sumber daya manusia sebagai tenaga kerja profesional masih menjadi kendala.

Selain itu, sumber daya tenaga kerja profesional yang dimiliki Jawa Timur masih jauh di bawah harapan, jika dibandingkan dengan negara-negara Asean lainnya. Alhasil, tenaga kerja yang ada di Indonesia berasal dari negara lain. “Perlu diketahui, saat ini Jumlah tenaga kerja asing yang ada di di Jawa Timur sebanyak 35.063 orang,” tambah Pak Halim.

Ditengah arus globalisasi  dan liberalisasi perdagangan barang dan jasa, Menurut Pak Halim Pemprov Jatim sesegera mungkin untuk membuat instrumen kebijakan yang tepat dan inovatif. Tujuannya, untuk menjadikan Indonesia khususnya Jawa Timur bisa menjadi daerah pengekspor produk, bukan tempat pemasaran produk. Menjadikan tenaga kerja Jatim sebagai 'tuan rumah' di negaranya sendiri. [ch]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment