Istighosah Kubro: Cak Imin Pimpin Baca Ikrar Santri Indonesia

By Kontributor 28 Okt 2018, 11:51:51 WIBDunia Islam

Istighosah Kubro: Cak Imin Pimpin Baca Ikrar Santri Indonesia

Keterangan Gambar : Tampak Cak Imin sedang membacakan Ikrar Santri Indonesia di acara Istighosah Kubro


Sidoarjo, matahationline.com - Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) hadir dalam acara Istighosah Kubro yang dilenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Stadion Delta Sidoarjo, Minggu 28 Oktober 2018. Hadir bersama Cawapres No 1 KH Maruf Amin, Cak Imin diberi kesempatan untuk memimpin Ikar Santri Indonesia. Ditunjukkanya Cak Imin untuk mempimpin Ikrar Santri Indonesia karena dia adalah panglima Santri yang dinobat pada 2017 lalu.

Dalam pembacaan Ikrar santri, Cak Imin mengawalinya dengan membaca basmalah dan dua kalimat syahadat yang kemudian diikuti oleh ribuan peserta Istighosah Kubro. Ada lima poin penting isi dari ikar santri Indonesia, diantaranya :

  1.  Sebagai santri Indonesia akan tetap teguh berpegang pada akidah, ajaran, nilai dan tradisi islam ahlusumnah waljamaah.
  2. Sebagai santri NKRI bertanah air satu tanah air Indonesia,  berideologi negara satu, ideologi pancasila, berkonstitusi satu Undang-Undang Dasar 1945, berkebudayaan satu, kebudayaan bhineka tunggal ika.
  3. Sebagai  Santri NKRIselalu bersiap siap siaga raga gerakan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, menjaga dan mempertahan persatuan dan kesatuan nasional menuju perdamaian dunia.
  4. Sebagai santri NKRI kan ikut berperan aktif dalam mewujukan pembangunan nasional yang kesejahteran keadilan lahir batin untuk seluruh rakyat Indonesia,
  5.  Sebagai santri NKRI akan terus tunduk dan ikut semangat proklamasi kermerdekaan dan resolusi jihad Nahdlatul Ulama.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar menerangkan bagaimana Nahdlatul Ulama bersama dengan santri membangun dan mendirikan negara Indonesia. Menurutnya, santri mempunyai andil besar dalam proses kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Saat itu nama negara Indonesia belum ada, santri sudah lebih dulu berjuang untuk bangsa Indonesia.

"Kita sama sama tahu, ulama, kiai dan santri yang mempunyai andil besar kemerdekaan Indonesia. Saat tentara belum ada, Pangeran Dipenogoro bersama santrinya melawan penjajah, KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan resolusi jihad melawan penjajah," ungkapnya. Karena itulah kata Kiai Marzuki, Negara Indonesia merupKan warisan para ulama dan warga nahdliyin wajib membela NKRI.

Untuk Itu, Kiai Marzuki kembali mengingatkan kepada warga NU untuk tidak mudah dibohongi oleh gerakan-gerakan politik yangbmengatasnamakan islam, namun justru ingin menghancurkan Indonesia dan islam.

"Mending NKRI tapi ahlusunnah jamaah, dari pada mengatasnamakan islam tapi ingin menghancurkan ahlusunnah waljamah," ujarnya.

Istighosah Kubro NU diikuti oleh ribuan jamaah Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ribuan Jamaah tersebut tampak memenuhi lapangan dan tribun Stadion Delta Sidoarjo. Ribuan jamaah juga tampak memblubet di area luar Stadion karena tidak bisa masuk.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment