Gus Dur, Sang Guru Politik Cak Imin yang Tak Lekang Oleh Waktu

By Kontributor 12 Des 2018, 11:16:00 WIBTokoh

Gus Dur, Sang Guru Politik Cak Imin yang Tak Lekang Oleh Waktu

Keterangan Gambar : Gus Dur


matahationline.com – KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dapat dikatakan sebagai tokoh nasional yang hasil pemikirannya dijadikan rujukan atau sumber sampai saat ini oleh tokoh-tokoh politik, budayawan dan tokoh kemanusiaan. Gus Dur menjadi salah satu tokoh yang memiliki pengaruh yang cukup lama seperti tokoh nasional lainnya seperti Soekarno, Bung Hatta, Kartini, Syahrir, Tan Malaka, KH Hasyim Asy’ari dan Bung Tomo. Sebab itulah, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) belajar dan berguru kepada Gus Dur untuk mendalami politik kemanusiaan yang selalu Gus Dur sampaikan dalam bentuk tulisan diberbagai media cetak.

Cak Imin dalam bukunya berjudul Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur menceritakan perjalanan karir politik Gus Dur. Gus Dur masuk dalam lingkaran politik dimulai sejak tahun 1970-an. Gus Dur tampil di masyarakat sebagai sosok budayawan dan cendekiawan rakyat. Gus Dur dengan sikap dan pemikirannya selalu mengedepankan kepeduliaan terhadap nasib rakyat kala masa orde baru memimpin saat itu. Langkah politik Gus Dur mulai kedataran elite dengan dijadikannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selama 15 tahun. Dalam perjuangannya bersama PBNU, Gur Dur semakin lantang dalam menyuarakan suara rakyat dan menentang kepemimpinan orde baru. Sikap teguh dalam politik kemanusiaannya tersebut juga mengantarkannya sebagai Presiden RI.

Mengapa Gus Dur bisa Bertahan sedemikian lama dalam percaturan politik Indonesia?. Untuk menjawab hal tersebut ada lima jawaban yang bisa menjelaskan hal tersebut. Pertama, Gus Dur mengajarkan kepada politikus muda dalam berpolitik memerlukan kesabaran dan kesediaan untuk menjadikannya sebagai proses perjuangan jangka panjang. Dalam proses demikian, kekuasaan harus dibangun dengan investasi sosial dan kultural yang cukup. Kalau saat ini banyak orang masuk di politik dan langsung mengejar kekuasaan yang tinggi, tidak demikian dengan seorang Gus Dur. Sebelum menjadi Presiden RI dan Ketua Dewan Syuro PKB, Gus Dur terlebih dahulu malang melintang di tengah masyarakat dengan menjadi seorang juru bicara masyarakat, menjadi pembicara seminar-seminar dan menulis di berbagai media terkait dengan persoalan masyarakat dan bangsa. Ia juga istiqomah dalam berdakwah keagamaan dari satu daerah ke daerah yang lain.

Kedua, Gus Dur membangun jalur politiknya sebagai cendekian rakyat. Sebagai seorang cendekiawan, kekuatan politik Gus Dur bukan semata-mata pada kepiawaian manuver politik yang diperagakan, tetapi lebih pada kekuatan struktur pengetahuan yang dibangun untuk menjelaskan yang terjadi dan bagaimana proyeksi masa depannya. Konstruk politik Gus Dur tidak jauh berbeda dengan konstruk politik Soekarno, Mohammad Hatta dan beberapa pendiri bangsa yang lain. Mereka adalah pemimpin yang membangun kekuasaan berbasis pengetahuan dan bukan semata-mata kepiawaian dalam bermanuver politik yang penuh tipu daya.

Sejarah menunjukan bahwa kekuasaan yang dibangun berdasarkan struktur pengetahuan bukan hanya kokoh, tetepi juga punya unsur keabadian. Karena pengetahuan menghasilkan nilai-nilai yang bersifat abadi. Sehingga seseorang sudah tidak lagi berkuasa atas kekuasaan, pimikiran dan pengetahuannya akan menjadi sumber rujuan bagi orang lain.

Namun sedikit berbeda dengan soekarno dan Hatta yang membangun basis pengetahuannya pada ilmu-ilmu sosial dan ekonomi, Gus Dur menjadi sintesis antara khazanah tradisi pesantren dan ilmu-ilmu sosial. Karena itu, pemikiran dan politik Gus Dur menjadi peretas jalan hubungan masyarakat dan negara. Pada saat yang sama berhasil mendamaikan hubungan agama dan negara melalui konsep islam sebagai etika sosial dan juga hubungan agama dan masyarakat melalui konsep pribumisasi islam.

Ketiga, Gus Dur adalah tokoh yang selalu menjaga hubungan baik dengan semua kalangan. Bagi Gus Dur, politik adalah silaturahmi. Meski ia diperlakukan secara tidak adil oleh Soeharto di masa lalu misalnya, ia tetap berhubungan baik dengan penguasa orde baru itu. Menurut Gus Dur, lebih baik baginya menjaga komunikasi dengan tokoh-tokoh berpengaruh dan mempertahankan kemungkinan untuk berdialog dengan mereka daripada menolak untuk berhubungan dengan mereka dan membuang kesempatan untuk menjelaskan kepada meraka.

Selain dengan tokoh berpengaruh, Gus Dur juga rajin dalam berkomunikasi dengan masyarakat bawah. Seperti yang disampaikan sebelumnya, Gus Dur juga istiqomah mengisi dakwah di daerah-daerah meski itu tingkat desa. Menurutnya, berkomunikasi dengan masyarakat luas menjadi momentum untuk mendengarkan apa yang menjadi pemikiran dan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Langkah politik Gus Dur yang demikian itu menghasilkan simpatisan dan pendukung Gus Dur bertambah.

Keempat, Gus Dur adalah sosok pemimpin yang memiliki semangat hidup yang tinggi atau mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. semangat dan kepercayaan diri yang tinggi itu mengantarkan Gus Dur mampu mengatasi persoalan yang dihadapi termasuk masalah usia dan kesehatan. Seperti yang orang tahu bagaimana kondisi kesehatan Gus Dur, namun ia mampu mempertahankan karir politiknya. Dengan kondisi yang begitu pula, Gus Dur juga tetap bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan elit-elit politik ditanah air dan pemimpin dunia dengan posisi sejajar. Tidak ada rasa rendah diri, sehingga peluang intervensi bisa ditepis sejak dini. Semangat hidup dan kepercayaan diri yang tinggi adalah modal kolektif untuk menjadi bangsa yang maju dan mandiri.

Kelima, dalam beberapa kasus, Gus Dur juga mengatakan bahwa politik adalah hal yang tidak untuk dikomunikasikan. Ada banyak pemikiran dan sikap politik Gus Dur yang terus menjadi tanda tanya sampai saat ini, dan Gus Dur juga tidak pernah menjelaskan secara utuh apa yang menjadi tujuannya. Mungkin Gus Dur telah menjelaskannya secara normatif apa yang menjadi sikap dan pemikirannya, namun masyarakat yakin dengan apa yang tidak lakukan oleh Gus Dur secara verbal adalah yang menjadi tujuan utamanya.

Kondisi yang demikian mengundang begitu banyak tafsir dari masyarakat dan menghadirkan pro kontra. Disaat yang sama, pro kontra atas pemikiran dan sikap Gus Dur yang belum hilang, Gus Dur kemudian melempar pemikiran atau sikap kontrovesial lainnya. Sehingga yang terjadi adalah masyarakat disibukkan dan kembali memperbincangkan Gus Dur.

Begitulah Gus Dur dalam perjalanan karir politiknya. Gus Dur, sosok santri yang mampu menjelma sebagai cendekiawan rakyat dan pemimpin politik berpengaruh di Indonesia. Pengaruh yang bisa diraih karena pengetahuannya yang luas terhadap persoalan masyarakat dan pengetahuan agamanya mendalam. Kemampuan meramu pengetahuan tentang masyarakat dan agama untuk menjadi pengetahuan baru menjadi kunci Gus Dur sukses sebagai pemimpin yang berpengaruh dengan pemikiran dan sikapnya untuk Indonesia. Selain itu, sikap sabar yang tinggi dalam berkarir politik sebagai proses inverstasi jangka panjang. Ia tetap dikenal dan dikenang karena sikap dan pemikirannya dalam mensikapi setiap fenomena sosial terjadi. Gus Dur, Sang Guru Bangsa.

Tulisan ini diadopsi dari buku Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur tahun 2010 terbitan LKiS, karya A. Muhaimin Iskadar



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 3 Komentar untuk Berita Ini

  1. AustRogy 15 Mei 2019, 07:58:19 WIB

    Viagra 100mg Apotheke Preis Cialis Generique En Pharmacie Canada <a href=http://buycial.com>cialis 5 mg best price usa</a> Buying Viagra

    StepGog 03 Jun 2019, 13:15:45 WIB

    Venta De Viagra En Barcelona Cialis 5 Effetti Collaterali Progesterone 400mg Purchase Tab Visa <a href=http://drugsed.com></a> Viagra Blutdruck

    AustRogy 09 Jun 2019, 08:57:21 WIB

    Will Cephalexin It Treat Strep Throat <a href=http://gemeds.com>kamagra sin receta</a> Acheter Baclofene Belgique Keflex And Anxiousness Buy Amoxicillin250 Mg

View all comments

Write a comment