Gerakan Makan Telur Bersama, Upaya DPW PB Jatim Redam Keresahan Masyarakat

By Kontributor 20 Nov 2019, 19:50:14 WIBPolitik

Gerakan Makan Telur Bersama, Upaya DPW PB Jatim Redam Keresahan Masyarakat

Keterangan Gambar : DPW PB Jatim gelar makan telur bersama di Grha Gus Dur, Jl Gayungsari, Surabaya


Surabaya, matahationline.com – Menanggapi isu telur yang terpapar dioksin akibat pembakaran sampah plastik sebagai bahan bakar pabrik tahu, DPW Perempuan Bangsa (PB) Jawa Timur menggelar makan telur bersama.

Hal itu mereka lakukan sebagai bantahan bahwa telur di Tropodo terpapar dioksin sebagaimana hasil laporan IPEN pada November 2019. Selain itu, makan telur bersama dilakukan sebagai upaya agar peternak telur di Sidoarjo tidak merugi akibat rilis laporan tersebut.

“Menjamin bahwa di Sidoarjo, Jawa Timur telur sampai detik ini kondisinya tetap aman, tidak mengkhawatirkan dan tidak mengandung racun dioksin seperti yang diberitakan oleh berbagai media yang ada,” kata Ketua PB Jatim Anik Maslachah di Grha Gus Dur, Jl. Gayungsari, Surabaya, Rabu (20/11/2019).

Selain itu, Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu tersebut.

“Melalui gerakan ini kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur untuk tidak mudah terkontaminasi dan terbawa arus mempercayai sumber berita yang tidak jelas,” himbaunya.

Selain itu, isu telur dioksin dianggap sebagau politisasi ekonomi untuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Jawa Timur. tujuannya, IKM di Jawa Timur lesu sehingga tidak bisa bersaing di pasaran Nasional maupun Internasional.

“IKM atau UKM kita penyumbang PDRB terbesar di Jawa Timur,” papar Anik.

Sebab, berdasarkan hasil pengecekannya di Desa Tropodo tidak ditemukan peternak ayam sebagaimana banyak diberitakan di media, melainkan peternak daging bebek.

“Dari data yang kami peroleh di bawah ternyata disana tidak ada satupun masyarakat peternak ayam, yang ada adalah itu peternak bebek, itupun bukan petelur tetapi diambil dagingnya,” tegasnya.

“Jadi peternak bebek daging yang memang sumber makanannya adalah ampas tahu dimana bahan bakar tahu itu dari sampah plastik yang diambil dari salah satu pabrik di sekitaran wilayah Mojokerto. Oleh karenanya saya katakan berita itu adalah hoaks karena dari data yang ada tidak terbukti,” timpalnya.

Untuk itu, dirinya mendorong pemerintah agar mencari solusi terkait bahan bakar pengganti sampah plastik untuk bahan bakar pabrik tahu yang ada di kawasan Tropodo.

“Saya mendorong kepada pemerintah memberikan pendampingan dan bantuan alternatif bahan bakar pengrajin tahu yang murah dan kompetitif,” tandasnya.

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment