Fraksi PKB Soroti Melemahnya Pertumbuhan Ekonomi Jatim Triwulan III 2019

By Kontributor 07 Nov 2019, 01:21:17 WIBEkonomi

Fraksi PKB Soroti Melemahnya Pertumbuhan Ekonomi Jatim Triwulan III 2019

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Khozanah Hidayati


matahationline.com – Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Khozanah Hidayati ikut menyoroti soal melemahnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur untuk triwulan III 2019. Pertumbuhan ekonomi Jatim tercatat 5,32 persen secara year-on-year (YoY). Pertumbuhan tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan capaian pertumbuhan pada triwulan III 2018 yang sebesar 5,40 persen.

Lemahnya pertumbuhan ekonomi tahun ini di triwulan III merupakan yang terendah selama lima tahun terakhir. Namun jika dilihat dari trennya setiap memasuki triwulan III pertumbuhan ekonomi Jatim selalu melemah. Triwulan III 2018 sebesar 5,40 persen lebih rendah dari tahun 2017 yang berada diangka 5,59 persen. Begitu juga tahun 2017 lebih rendah dari tahun 2016 yang berada diangka  5,61 persen. Tren negatif tersebut tentu harus segera dicarikan solusi agar petumbuhan ekonomi Jatim tetap berada di tren positif.

Perempuan yang biasa disapa Mbak Ana itu menilai, melemahnya perumbuhan ekonomi jadi sebuah warning (peringatan) bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk bisa lebih kerja keras, utamanya dalam menaikkan pertumbuhan ekonomi Jatim di triwulan IV. “Sehingga pertumbuhan ekonomi 2019 (year on year) meningkat bukan melambat,” kata politisi dari dapil Bojonegoro-Tuban itu.

Melambannya pertumbuhan ekonomi YoY tersebut disebabkan oleh menurunnya sektor ekspor-impor. Sementara melambannya triwulan III terhadap triwulan II (q to q) disebabkan oleh kurang bergairahnya sektor penunjang sepeti pertanian, perdagangan, pengelolaan, kontruksi, pengadaan dan penyediaan akomodasi makanan minuman.

Pelambatan pertumbuhan ekonomi dimungkinkan karena pengaruh dari musim kemarau panjang yang melanda Jawa Timur yang berdampak pada pertanian. Seperti yang disajikan data BPS, struktur ekonomi Jatim mengacu pada lapangan usahanya, 12,19 persen ada pada pertanian, kehutanan dan perikanan.

“Adanya kemarau panjang mempengaruhi peningkatan produksi yang otomatis mempengaruhi pertumbuhan elonomi,”ujarnya. Sebab itu, Pemprov Jatim harus mencari formulasi terobosan baru agar sektor pertanian tidak rentan terhadap pengaruh musim.

Selain itu, sektor lain non pertanian, misalnya industri pengolahan dan perdagangan harus lebih ditingkatkan. Karena sektor tersebut merupakan sektor menjadi struktur ekonomi Jawa Timur yang paling mendominasi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.[rc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment